UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Teknik enkapsulasi merupakan proses perlindungan sel sehingga terhindar dari kerusakan dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah sel yang terperangkap pada mikrokapsul serta mengetahui pengaruh suhu tinggi dan pH rendah terhadap viabilitas sel enkapsulan. Teknik enkapsulasi dilakukan dengan metode satu lapis (alginat) dan metode dua lapis (alginat dan susu skim). Mikrokapsul yang telah didapat kemudian dihitung jumlah selnya dan dianalisa ketahanannya terhadap suhu 50, 60, dan 70oC serta terhadap pH 3, 4, dan 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel enkapsulan metode satu lapis adalah 2,4 x 1010 CFU/g, sedangkan metode dua lapis adalah 1,3 x 1010 CFU/g. Berdasarkan hasil analisa ketahanan enkapsulan terhadap suhu tinggi diketahui bahwa sel yang dienkapsulasi lebih tahan dibandingkan sel yang tidak dienkapsulasi. Pada suhu 70oC, sel enkapsulan metode satu lapis dan dengan metode dua lapis memiliki jumlah yang sama 1,1x107 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi berjumlah < 101 CFU/g. Hasil analisa menunjukkan sel yang dienkapsulasi lebih tahan terhadap pH rendah (pH 3). Jumlah sel enkapsulan pada pH 3 metode satu lapis adalah 3,5 x 106 CFU/g dan dengan metode dua lapis adalah 4,3 x 108 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi berjumlah 3,9x102 CFU/g.

Jumlah Lactobacillus acidophilus SNP 2 yang dienkapsulasi dengan metode satu lapis (2,4 x 1010 CFU/g) lebih tinggi dibandingkan metode dua lapis (1,3 x 1010 CFU/g).Sel yang dienkapsulasi menunjukkan viabilitas yang lebih baik dibandingkan sel tanpa enkapsulasi pada suhu tinggi (70°C) dan pH rendah (pH 3).Pada perlakuan suhu 70°C, jumlah sel enkapsulasi satu lapis dan dua lapis sama (1,1x107 CFU/g), sedangkan sel tanpa enkapsulasi hampir mati (<101 CFU/g).pada pH 3, metode dua lapis memberikan perlindungan lebih baik (4,3 x 108 CFU/g) dibanding metode satu lapis (3,5 x 106 CFU/g) dan kontrol (3,9x102 CFU/g).

Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi bahan pelapis lain selain alginat dan susu skim, seperti pektin atau kitosan, untuk meningkatkan perlindungan sel probiotik terhadap kondisi asam lambung yang sangat ekstrem. Kedua, penting untuk mengkaji kestabilan mikrokapsul selama penyimpanan dalam berbagai kondisi suhu dan kelembapan, serta pengaruhnya terhadap viabilitas sel dalam jangka panjang, karena ini menentukan umur simpan produk probiotik. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang pelepasan sel probiotik dari mikrokapsul dalam kondisi in vitro yang menyerupai sistem pencernaan manusia, untuk memahami sejauh mana teknik enkapsulasi mampu menjamin kelangsungan hidup sel hingga mencapai usus halus sebagai lokasi utama aksi probiotik, sehingga efektivitas terapeutiknya dapat dioptimalkan.

  1. Vol. 1 No. 1 (2016): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian | AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI... doi.org/10.37631/agrotech.v1i1Vol 1 No 1 2016 Agrotech Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECH JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI doi 10 37631 agrotech v1i1
Read online
File size274.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test