UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Energy drink mengacu pada minuman yang mengandung kafein yang dipadukan dengan bahan lain seperti taurin, guarana, dan vitamin B, yang diklaim dapat memberikan energi ekstra bagi penggunanya. Hasil studi mengenai efek minuman berenergi terhadap subjek yang sehat berusia 18-45 tahun, mengonsumsi minuman berenergi 1-3 kaleng, subjek mengalami peningkatan tekanan darah sistolik rata-rata 3,5 mmHg dan juga memiliki rata-rata perpanjangan 10-msec pada interval QT. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Pasar Palmeriam di Kota Jakarta Timur tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 45 responden dengan pengambilan data kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian pada 45 responden terdapat hubungan bermakna antara mengkonsumsi energy drink dengan kejadian hipertensi pada buruh angkut di Pasar Palmeriam di Kota Jakarta Timur Tahun 2023. Dari hasil uji Chi Square didapatkan p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara mengkonsumsi energy drink dengan kejadian hipertensi pada buruh angkut di Pasar Palmeriam di Kota Jakarta Timur Tahun 2023.

Terjadi distribusi kebiasaan konsumsi energy drink yang dominan pada kategori berat, yaitu sebanyak 27 responden (60,0%).Mayoritas responden mengalami hipertensi sebanyak 26 orang (57,8%), lebih tinggi dibandingkan yang tidak hipertensi.Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsi energy drink dengan kejadian hipertensi pada buruh angkut di Pasar Palmeriam, dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05).

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain kohort untuk mengevaluasi hubungan sebab-akibat antara konsumsi energy drink dan peningkatan tekanan darah secara longitudinal pada pekerja fisik berat, mengingat studi ini hanya menunjukkan hubungan sementara. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh dosis harian kafein dari energy drink terhadap parameter fisiologis seperti denyut jantung dan interval QT pada populasi dengan aktivitas fisik tinggi, guna memahami ambang batas aman konsumsi. Ketiga, perlu dikaji dampak jangka panjang konsumsi energy drink terhadap risiko penyakit kardiovaskular melalui penelitian lintas daerah pasar tradisional di perkotaan, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan kerja dan pola hidup sebagai variabel pengganggu.

Read online
File size184.19 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test