USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Kanker paru merupakan salah satu dari 10 penyakit teratas yang menyebabkan kematian secara global. Kondisi ini disebabkan oleh ekspresi gen CYP1A1 dan YWHAZ di paru-paru. Salah satu solusi yang ditawarkan bagi penderita kanker paru adalah terapi gen, yang berfokus pada penurunan ekspresi gen CYP1A1 dan YWHAZ. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan shRNA yang ditransfeksi ke dalam sel paru melalui lentivirus. Lentivirus memiliki envelope yang dapat dimodifikasi menjadi lentivirus pseudotyping dengan menggunakan glikoprotein filovirus, salah satunya ebolavirus. Lentivirus pseudotyping mampu mengenali sel tertentu, khususnya ebolavirus yang mampu mengenali sel paru. Gen lentivirus dirancang untuk membawa gen yang diinginkan (shRNA) tanpa gen infeksius. Gen shRNA yang masuk ke sel kanker paru akan mengenali dan berikatan secara komplementer dengan situs mRNA target spesifik dari gen CYP1A1 dan YWHAZ. Selanjutnya, shRNA akan memotong mRNA yang seharusnya diekspresikan menjadi protein kanker. Tidak terbentuknya protein menyebabkan pertumbuhan sel kanker terhambat. Dengan demikian, terapi gen ini diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat kanker paru.

Penggunaan shRNA dalam terapi gen mampu menghambat pembentukan protein CYP1A1 dan YWHAZ.Penekanan ekspresi kedua gen ini dapat meminimalkan risiko berkembangnya kanker paru.Oleh karena itu, terapi gen berpotensi menjadi alternatif untuk menekan kasus kanker paru.

Pertama, perlu diteliti efektivitas spesifisitas lentivirus pseudotipe ebolavirus dalam menargetkan sel kanker paru manusia secara langsung dibandingkan jenis sel lain, untuk memastikan bahwa vektor hanya menyerang sel tumor tanpa merusak jaringan sehat. Kedua, penting untuk menguji efek jangka panjang dari penghambatan simultan gen CYP1A1 dan YWHAZ terhadap proses homeostasis sel normal, mengingat kedua gen tersebut juga terlibat dalam fungsi seluler vital seperti regulasi siklus sel dan metabolisme. Ketiga, perlu dikembangkan studi perbandingan tentang efisiensi sistem RNA interference (shRNA) dengan teknologi pengeditan gen lain seperti CRISPR-Cas9 dalam konteks penekanan ekspresi ganda gen target pada model sel kanker paru, untuk menilai pendekatan mana yang lebih stabil, aman, dan layak dikembangkan sebagai terapi klinis masa depan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kajian saat ini yang masih bersifat konseptual dan membuka jalan menuju aplikasi terapi gen yang lebih terarah dan efektif.

  1. RNA interference-mediated gene silencing of cyclophilin A enhances the radiosensitivity of PAa human... spandidos-publications.com/10.3892/ol.2017.5667RNA interference mediated gene silencing of cyclophilin A enhances the radiosensitivity of PAa human spandidos publications 10 3892 ol 2017 5667
  2. siRNAs and shRNAs: Tools for Protein Knockdown by Gene Silencing. sirnas shrnas tools protein knockdown... doi.org///dx.doi.org/10.13070/mm.en.3.197siRNAs and shRNAs Tools for Protein Knockdown by Gene Silencing sirnas shrnas tools protein knockdown doi dx doi 10 13070 mm en 3 197
Read online
File size764.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test