UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Tidur didefinisikan sebagai keadaan bawah sadar dimana seseorang tersebut masih bisa dibangunkan dengan pemberian rangsangan sensorik atau rangsangan lainnya. Tidur juga merupakan salah satu bentuk atau cara untuk melepaskan keleahan baik jasmani atau mental seseorang. Kualitas Tidur dapat mempengaruhi fungsi otak dalam berkonsentrasi dan mengingat kembali penyimpanan pengetahuan atau juga disebut Memori. Metode yang digunakan adalah Analitik Observasional. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam Tahun 2023 sebanyak 57 orang. Pengambilan Sampel menggunakan Teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Analisa yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji statistic chi-square. Bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan short-term memory dimana didapatkan hasil pada kualitas tidur yang baik, terdapat 78,3% responden yang memiliki memori jangka pendek tinggi, 21,7% memiliki memori jangka pendek sedang, dan 0% yang memiliki memori jangka pendek rendah. Pada responden dengan kualitas tidur buruk, 20% memiliki memori jangka pendek tinggi, 36% memiliki memori jangka pendek sedang, dan 44% memiliki memori jangka pendek rendah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara hubungan antara kualitas tidur dengan memori jangka pendek (short-term memory) pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam tahun 2023 dengan nilai p-Value=0,000.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara hubungan antara kualitas tidur dengan memori jangka pendek (short-term memory) pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam tahun 2023 dengan nilai p-Value=0,000.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hubungan antara kualitas tidur dan memori jangka pendek, seperti tingkat stres, pola makan, atau aktivitas fisik. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan desain longitudinal untuk melihat bagaimana kualitas tidur dan memori jangka pendek berubah seiring waktu pada pelajar kelas XII. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur, seperti edukasi tentang kebersihan tidur atau pelatihan relaksasi, dalam meningkatkan memori jangka pendek pada pelajar.

Read online
File size208.32 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test