UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Ruam popok (diaper rash atau diaper dermatitis) merupakan erupsi inflamasi di daerah yang tertutupi oleh popok. Gejala awal ruam popok yang biasa terjadi seperti kemerahan ringan di daerah sekitar penggunaan popok yang bersifat terbatas disertai dengan lecet atau luka ringan pada kulit, berkilat, terkadang mirip luka bakar dan basah, timbul bintik-bintik merah dan bengkak pada daerah yang paling lama terkena popok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Kelurahan Tanjung Buntung, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam pada Desember 2023. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jenis popok, frekuensi mengganti popok, dan diare memiliki hubungan dengan kejadian ruam popok. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p untuk jenis popok dengan kejadian ruam popok 0.036 (< 0.05), nilai p untuk frekuensi mengganti popok dengan kejadian ruam popok 0.042 (< 0.05), dan nilai p untuk diare dengan kejadian ruam popok 0.000 (< 0.05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara jenis popok, frekuensi mengganti popok, dan diare dengan kejadian ruam popok pada bayi dan balita di Kelurahan Tanjung Buntung.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis popok, frekuensi mengganti popok, dan diare dengan kejadian ruam popok pada bayi dan balita di Kelurahan Tanjung Buntung.Penggunaan popok kain memiliki risiko 5 kali lebih besar menyebabkan ruam popok dibandingkan popok sekali pakai.Frekuensi mengganti popok kurang dari 6 kali sehari meningkatkan risiko ruam popok dua kali lipat, dan diare memiliki hubungan yang kuat dengan kejadian ruam popok.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bahan popok yang paling aman dan nyaman bagi kulit bayi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti daya serap, sirkulasi udara, dan potensi alergi. Kedua, studi intervensi yang melibatkan edukasi orang tua mengenai teknik mengganti popok yang benar dan pentingnya menjaga kebersihan area genital bayi dapat dilakukan untuk mengurangi angka kejadian ruam popok. Ketiga, penelitian yang lebih mendalam mengenai hubungan antara jenis diare (misalnya, diare infeksius atau diare karena intoleransi makanan) dengan tingkat keparahan ruam popok perlu dilakukan untuk memberikan penanganan yang lebih tepat dan efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup bayi dan balita.

  1. Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper... doi.org/10.1111/ijd.13748Diagnosis and management of diaper dermatitis in infants with emphasis on skin microbiota in the diaper doi 10 1111 ijd 13748
  2. Vol. 10 No. 1 (2020): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam | Zona Kedokteran:... doi.org/10.37776/zked.v10i1Vol 10 No 1 2020 Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Zona Kedokteran doi 10 37776 zked v10i1
Read online
File size262.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test