UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat dari kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu janin hingga anak berusia 24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pola asuh ibu terhadap kejadian stunting pada balita (usia 24–59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang menggunakan pendekatan observasional analitik, dengan rancangan penelitian case control yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden. Data di analisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian pada 82 responden terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh ibu terhadap stunting balita usia 24–59 bulan dengan nilai p value = 0,000 (<0,05) dengan probabilitas sebesar 9,969 dibulatkan menjadi 10,0 CI 95%.

Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu terhadap stunting balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji tahun 2022.Balita dengan pola asuh ibu yang buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang mendapatkan pola asuh baik.Faktor pola asuh ibu merupakan salah satu determinan penting dalam kejadian stunting pada anak usia balita.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pola asuh spesifik (seperti otoritatif, permisif, atau otoriter) terhadap status gizi dan pertumbuhan balita untuk memahami pendekatan pengasuhan mana yang paling efektif mencegah stunting. Kedua, diperlukan studi yang mengevaluasi efektivitas intervensi edukatif berbasis komunitas bagi ibu-ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik pola asuh gizi seimbang di lingkungan dengan prevalensi stunting tinggi. Ketiga, sebaiknya diteliti peran faktor eksternal seperti akses terhadap layanan kesehatan, ketersediaan pangan bergizi, dan kondisi sanitasi dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara pola asuh ibu dan kejadian stunting, agar dapat dirancang strategi pencegahan yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran lebih mendalam tentang mekanisme pengaruh pola asuh dan bagaimana faktor lingkungan memodifikasinya, sehingga intervensi bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. Health, Food Consumption, Social Economy, and Stunting Incidency in Timor Leste | Pacheco | Jurnal Kesehatan... doi.org/10.15294/kemas.v13i2.11248Health Food Consumption Social Economy and Stunting Incidency in Timor Leste Pacheco Jurnal Kesehatan doi 10 15294 kemas v13i2 11248
Read online
File size300.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test