UNWIDHAUNWIDHA

WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaWIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya Dharma

Permasalahan kesehatan terkait obat di masyarakat Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Mayoritas permasalahan ini muncul karena persepsi masyarakat yang belum memahami penggunaan dan penanganan obat secara tepat. Program DAGUSIBU merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Desa Sumberrahayu belum pernah menerima penyuluhan mengenai DAGUSIBU obat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi DAGUSIBU kepada masyarakat, khususnya perempuan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Krajan, untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat secara rasional, serta prosedur penyimpanan dan pembuangan obat yang rusak atau kadaluwarsa secara benar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan tentang cara penggunaan dan pembuangan obat yang benar, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi dan pemantauan melalui sesi tanya jawab. Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dengan partisipasi peserta yang kooperatif dan antusias. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat. Peserta diberikan materi DAGUSIBU secara langsung dengan dukungan alat peraga berupa contoh obat untuk memperagakan penerapan DAGUSIBU dalam diskusi aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penggunaan obat melalui program DAGUSIBU. Oleh karena itu, sosialisasi ini perlu terus dilanjutkan untuk memantau serta meningkatkan kader sebagai agen informasi yang baik bagi masyarakat luas, khususnya di Desa Krajan. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan sekitar dan keluarga.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi DAGUSIBU tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar berjalan dengan baik dan lancar, ditunjukkan oleh tingkat kehadiran dan partisipasi aktif peserta sebanyak 42 orang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan panitia.Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta terkait pengelolaan obat secara benar, termasuk penggunaan antibiotik dan tetes mata.Hasilnya diharapkan peserta mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam lingkup keluarga dan masyarakat, serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tindakan lapangan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang sosialisasi DAGUSIBU terhadap perubahan perilaku pengelolaan obat di rumah tangga anggota KWT, termasuk kepatuhan dalam menyimpan dan membuang obat secara aman. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi komparatif tentang tingkat pengetahuan dan praktik penggunaan obat antara ibu rumah tangga yang telah dan belum mengikuti sosialisasi DAGUSIBU di wilayah yang sama, untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung adopsi perilaku sehat. Ketiga, perlu dilakukan penelitian pengembangan media edukasi interaktif berbasis lokal, seperti modul audiovisual atau permainan edukatif, yang disesuaikan dengan tingkat literasi kesehatan masyarakat setempat, guna memperkuat dan memperluas jangkauan pemahaman DAGUSIBU secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk mengukur efektivitas, kesenjangan, dan inovasi dalam edukasi kesehatan obat, serta memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan program serupa di daerah lain. Dengan pendekatan multi-dimensi ini, diharapkan muncul strategi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi penggunaan obat di masyarakat pedesaan.

  1. MENUMBUHKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT ANTIBIOTIK DAN TETES MATA DI DAERAH LIMBANGAN... journal.unwidha.ac.id/index.php/widharma/article/view/325MENUMBUHKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT ANTIBIOTIK DAN TETES MATA DI DAERAH LIMBANGAN journal unwidha ac index php widharma article view 325
Read online
File size655.93 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test