UNWIDHAUNWIDHA
WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaWIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaPelatihan BIPA berbasis budaya dengan tema kuliner Pekalongan bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal sekaligus mengajarkan mahasiswa asing (Nigeria, Thailand, dan Kamboja) cara membaca teks prosedur Bahasa Indonesia yang berfokus pada kuliner Pekalongan. Kegiatan ini menggabungkan pembelajaran bahasa Indonesia dan budaya melalui kuliner sebagai media menarik untuk memahami aspek sosial masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran secara luring dan daring untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa asing dalam membaca teks prosedur serta mengidentifikasi informasi terkait kuliner khas Pekalongan. Kegiatan dimulai dengan persiapan materi dan peralatan, dilanjutkan dengan pelaksanaan sesi daring dan kunjungan budaya luring. Dalam sesi daring, peserta belajar dasar-dasar Bahasa Indonesia, kosa kata, dan struktur kalimat dalam teks prosedur, serta proses pembuatan kuliner khas Pekalongan seperti Tauto. Kegiatan luring meliputi kunjungan ke tempat budaya Pekalongan seperti Galeri Batik UNIKAL, Museum Batik, Limun Oriental, Garang Asem Masduki, dan Klenteng Po An Thien. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan dan diakhiri dengan evaluasi serta umpan balik dari pemateri. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pendekatan blended learning efektif dalam membantu mahasiswa asing memahami teks prosedur serta memperkenalkan kuliner dan budaya Pekalongan secara utuh.
Pelatihan BIPA dengan pendekatan blended learning terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa asing terhadap teks prosedur berbahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya kuliner Pekalongan secara komprehensif.Meskipun kegiatan berjalan sesuai rencana, terdapat kendala dalam pengumpulan tugas secara asinkron oleh 25% peserta dan keterbatasan waktu kunjungan luring yang hanya satu hari sehingga kurang mendalam.Diperlukan penjadwalan yang lebih fleksibel dan pemantauan lebih intensif terhadap partisipasi peserta dalam tugas-tugas daring.
Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas pendekatan blended learning dengan model pembelajaran flip-the-classroom dalam pelatihan BIPA berbasis kuliner daerah, untuk mengevaluasi bagaimana pembalikan peran belajar (belajar mandiri daring sebelum kelas luring) dapat meningkatkan keterlibatan dan kemampuan membaca mahasiswa asing. Kedua, penting untuk meneliti penerapan modul BIPA tematik berbasis augmented reality (AR) yang mengintegrasikan teks prosedur kuliner Pekalongan dengan simulasi visual langkah-langkah memasak, agar peserta dapat memahami struktur teks secara lebih interaktif dan kontekstual. Ketiga, perlu dilakukan studi mengenai pengaruh durasi dan intensitas kunjungan budaya luring terhadap retensi budaya dan penguasaan bahasa, dengan membandingkan kelompok yang mengikuti kunjungan satu hari, tiga hari, dan lima hari, untuk menentukan format optimal yang mendukung pembelajaran bahasa sekaligus pelestarian budaya. Kombinasi ketiga pendekatan ini dapat menghasilkan model pelatihan BIPA yang lebih holistik, berbasis teknologi, dan peka terhadap konteks budaya lokal. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya fokus pada kompetensi linguistik, tetapi juga pada pengalaman budaya yang mendalam. Model ini juga berpotensi menjadi rujukan bagi program BIPA di daerah lain dengan tema budaya yang berbeda. Selain itu, integrasi teknologi dan variasi durasi kegiatan dapat meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi belajar peserta asing. Penelitian lanjutan sebaiknya dilaksanakan secara kolaboratif antara institusi pendidikan dan komunitas lokal. Hal ini akan memperkuat koneksi antara akademik dan masyarakat. Hasilnya diharapkan dapat memperkaya praktik pengabdian dan pembelajaran bahasa di tingkat internasional.
| File size | 810.92 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Selain itu, Sanusi mengintegrasikan praktik budaya lokal seperti tawasul dan wayang golek, dan melalui pendekatan ijmali serta penggunaan bahasa daerah,Selain itu, Sanusi mengintegrasikan praktik budaya lokal seperti tawasul dan wayang golek, dan melalui pendekatan ijmali serta penggunaan bahasa daerah,
UNUKALTIMUNUKALTIM Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan sumber elektronik yangMetode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan sumber elektronik yang
MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE Integrasi adaptif ini menghasilkan model praktik Islam yang terlokalisasi yang memperkuat rasa syukur kepada Allah, memperkuat solidaritas komunitas, danIntegrasi adaptif ini menghasilkan model praktik Islam yang terlokalisasi yang memperkuat rasa syukur kepada Allah, memperkuat solidaritas komunitas, dan
STIKMKSSTIKMKS Metode: Pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Menunjukkan bahwa masyarakatMetode: Pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Menunjukkan bahwa masyarakat
STIKMKSSTIKMKS Latar belakang: Profesionalisme tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap standar prosedural, tetapi juga sebagai refleksi dari nilai-nilai sosial,Latar belakang: Profesionalisme tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap standar prosedural, tetapi juga sebagai refleksi dari nilai-nilai sosial,
UNISSULAUNISSULA Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana elemen kompetitif dalam TGT, dipadukan dengan unsurMenggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana elemen kompetitif dalam TGT, dipadukan dengan unsur
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Selain itu pula hendaknya kita dapat mengapresiasi hasil temuan ilmuwan Jepang tersebut sebagai pesan moral berupa ajakan kepada masyarakat tentang niatSelain itu pula hendaknya kita dapat mengapresiasi hasil temuan ilmuwan Jepang tersebut sebagai pesan moral berupa ajakan kepada masyarakat tentang niat
UNTAGUNTAG Harga t = 2,961 pada p = 0,008 (p < 0,05) untuk korelasi antara variabel kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, artinya, secara parsial variabel polaHarga t = 2,961 pada p = 0,008 (p < 0,05) untuk korelasi antara variabel kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, artinya, secara parsial variabel pola
Useful /
UNIPASBYUNIPASBY Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan partisipasi suami dengan kejadian depresi perinatal pada saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukanTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan partisipasi suami dengan kejadian depresi perinatal pada saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan
UNWIDHAUNWIDHA Dengan melibatkan siswa secara aktif, lingkungan belajar yang positif akan meningkatkan rasa ingin tahu dan antusiasme mereka. Hal ini juga memotivasiDengan melibatkan siswa secara aktif, lingkungan belajar yang positif akan meningkatkan rasa ingin tahu dan antusiasme mereka. Hal ini juga memotivasi
UNWIDHAUNWIDHA Hasil menunjukkan bahwa anak-anak Desa Jungkare sangat antusias dalam mengikuti kegiatan literasi baca, tulis, dan sains. Kegiatan peningkatan keterampilanHasil menunjukkan bahwa anak-anak Desa Jungkare sangat antusias dalam mengikuti kegiatan literasi baca, tulis, dan sains. Kegiatan peningkatan keterampilan
UNWIDHAUNWIDHA Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika di lingkungan Fakultas PsikologiProgram pengabdian kepada masyarakat ini merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika di lingkungan Fakultas Psikologi