UNWIDHAUNWIDHA

WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaWIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya Dharma

Program ini bertujuan untuk mengembangkan sekolah ramah anak di beberapa sekolah yang tergabung dalam Gugus Gajah Mada di wilayah Batang. Tim memberikan beberapa pelatihan kepada para guru. Materi pelatihan mencakup konsep pendidikan ramah anak (provisi, proteksi, dan partisipasi); indikator sekolah ramah anak; serta manajemen pengembangan sekolah ramah anak. Pelatihan ini menggunakan beberapa metode, yaitu ceramah, diskusi, pendampingan, dan monitoring. Setelah pelatihan selesai, hasil yang dicapai adalah: 1) seluruh guru mengikuti ceramah mengenai prinsip pendidikan ramah anak; 2) seratus persen atau semua guru berpartisipasi dalam diskusi tentang pengembangan sekolah ramah anak; 3) 80% guru memahami konsep pendidikan ramah anak; 4) 80% guru memiliki pengetahuan yang memadai tentang sekolah ramah anak; dan 5) para guru telah menerapkan prinsip-prinsip pendidikan ramah anak melalui program sekolah.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil memberikan pelatihan komprehensif kepada para guru di Gugus Gajah Mada, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, meliputi konsep pendidikan karakter, pendidikan ramah anak, konvensi hak anak, serta implementasinya dalam pembelajaran.Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, pendampingan, dan monitoring untuk mengembangkan sekolah ramah anak (SRA) di wilayah tersebut.Diharapkan, program ini membekali para guru dengan kemampuan untuk mengembangkan dan menerapkan prinsip SRA di sekolah masing-masing secara efektif.

Meskipun program pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA) ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru di Gugus Gajah Mada, masih banyak peluang untuk penelitian lanjutan demi memperkuat dampak program. Salah satu arah penelitian yang krusial adalah mengevaluasi secara mendalam efektivitas jangka panjang dari implementasi SRA ini, khususnya dari perspektif anak didik. Bagaimana program ini benar-benar memengaruhi kesejahteraan, keamanan, dan partisipasi siswa di sekolah setelah pelatihan selesai dan guru mulai menerapkan prinsip-prinsip SRA? Penelitian ini bisa melibatkan survei atau wawancara langsung dengan siswa untuk memahami pengalaman mereka. Selain itu, penting juga untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor penghambat dan pendorong keberlanjutan implementasi SRA di lapangan. Mengingat masih ada sekitar 20% guru yang belum sepenuhnya menguasai konsep, studi dapat menyelidiki tantangan praktis yang mereka hadapi, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, atau dukungan. Pemahaman yang lebih baik tentang hambatan ini akan memungkinkan pengembangan strategi intervensi yang lebih bertarget. Terakhir, mengingat isu persepsi biaya tinggi dalam penerapan SRA yang disebutkan dalam latar belakang, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembiayaan inovatif dan berkelanjutan. Bagaimana sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas dapat secara efektif mengimplementasikan SRA dengan memaksimalkan potensi sumber daya lokal atau skema pendanaan kreatif? Ini akan membantu mengatasi kekhawatiran finansial dan memastikan SRA dapat diadopsi secara luas.

  1. PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK BAGI GUGUS GAJAH MADA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG | WIDHARMA -... journal.unwidha.ac.id/index.php/widharma/article/view/233PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK BAGI GUGUS GAJAH MADA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG WIDHARMA journal unwidha ac index php widharma article view 233
Read online
File size1.76 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test