POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG
JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)Test bar merupakan suatu alat yang mewakilkan suatu sumbu yang akan diuji posisinya terhadap elemen-elemen mesin yang lain maupun gerakan sumbu itu terhadap posisinya sendiri. Dengan adanya test bar sebagai alat bantu yang presisi, geometri sebuah mesin dapat diketahui nilai penyimpangannya. Dalam tahapan awal pembuatan spindle test bar yaitu menentukan desain sesuai standar ISO 230-1:1996, buku machine testing tools dan mengobservasi secara langsung terhadap Mesin Frais Aciera F3. Tahapan-tahapan pembuatan spindle test bar terdiri dari beberapa proses permesinan seperti proses bubut, perlakuan panas dan proses gerinda, pengecekan kualiatas, serta pengujian. Hasil pengecekan kualitas didapatkan bahwa terdapat 4 dimensi aktual masuk batas toleransi dan 3 dimensi aktual lainnya memiliki ukuran diluar batas toleransi, tetapi ukuran diluar batas tersebut tidak berpengaruh terhadap fungsi dari benda kerja yang dibuat, sehingga alat kalibrasi ini masih bisa digunakan. Untuk pengujian spindle test bar pada objek Mesin Frais Aciera F3 terdapat penyimpangan pada eksentrisitas dan kesejajaran dengan meja arah melintang secara berurutan sebesar 0,030 mm dan 0,011 mm.
Perancangan dan pembuatan spindle test bar untuk Mesin Frais Aciera F3 telah dilakukan dengan mengikuti gambar kerja dan standar ISO.Proses pembuatan melibatkan pembubutan, heat treatment, dan gerinda silinder.Pengecekan kualitas memverifikasi bahwa benda kerja tersebut dapat digunakan, meskipun hasil pengujian pada mesin frais menunjukkan penyimpangan pada beberapa bagian.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses perlakuan panas guna mencapai kekerasan yang lebih konsisten pada spindle test bar, sehingga meningkatkan akurasi kalibrasi. Selain itu, studi komparatif antara spindle test bar yang dibuat sendiri dengan produk impor dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas biaya dan kualitas. Terakhir, pengembangan sistem otomatisasi untuk proses pengujian dan analisis data kalibrasi dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi kesalahan manusia dalam proses kalibrasi mesin frais, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan kualitas produksi dan daya saing industri manufaktur.
| File size | 461.35 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Sketsa rancangan Alat Bantu Start Engine telah dibuat dengan komponen utama seperti poros, bantalan, roller, dan sistem gear. Material poros menggunakanSketsa rancangan Alat Bantu Start Engine telah dibuat dengan komponen utama seperti poros, bantalan, roller, dan sistem gear. Material poros menggunakan
PresUnivPresUniv Namun, tantangan seperti transisi kepemimpinan, keterbatasan anggaran, dan hambatan komunikasi menghambat implementasinya. Studi ini menekankan pentingnyaNamun, tantangan seperti transisi kepemimpinan, keterbatasan anggaran, dan hambatan komunikasi menghambat implementasinya. Studi ini menekankan pentingnya
UNIVERSITASPUTRABANGSAUNIVERSITASPUTRABANGSA Studi ini menyelidiki hubungan antara kesejahteraan, motivasi kerja dan kepuasan kerja, dengan menggunakan model PERMA (Emosi Positif, Keterlibatan, Hubungan,Studi ini menyelidiki hubungan antara kesejahteraan, motivasi kerja dan kepuasan kerja, dengan menggunakan model PERMA (Emosi Positif, Keterlibatan, Hubungan,
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Studi ini menemukan bahwa supervisi akademik berbasisMenggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Studi ini menemukan bahwa supervisi akademik berbasis
POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG Sebuah landasan robot dapat dibagi menjadi 2 struktur kerja utama yaitu struktur rangka utama dan struktur pengubah energi listrik menjadi energi gerak.Sebuah landasan robot dapat dibagi menjadi 2 struktur kerja utama yaitu struktur rangka utama dan struktur pengubah energi listrik menjadi energi gerak.
POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG 95 FPS dengan bantuan CUDA. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi dan mengklasifikasikan objek bottlecrate dan bottlecap95 FPS dengan bantuan CUDA. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi dan mengklasifikasikan objek bottlecrate dan bottlecap
ISTNISTN Dalam proses assembly line untuk tipe W213 yang diproduksi PT X Indonesia masih banyak terjadi kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kerusakanDalam proses assembly line untuk tipe W213 yang diproduksi PT X Indonesia masih banyak terjadi kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kerusakan
UMBUMB Dari 6 kriteria yang diinginkan oleh 10 pemangku kepentingan, tiga kriteria utama dipilih untuk dipantau setiap bulan hingga tingkat manajemen puncak,Dari 6 kriteria yang diinginkan oleh 10 pemangku kepentingan, tiga kriteria utama dipilih untuk dipantau setiap bulan hingga tingkat manajemen puncak,
Useful /
UNMAUNMA zibethinus montong. cepa berpengaruh terhadap pertumbuhan akar dalam meningkatkan pertambahan panjang akar bibit D. cepa pada konsentrasi 65% mampu meningkatkanzibethinus montong. cepa berpengaruh terhadap pertumbuhan akar dalam meningkatkan pertambahan panjang akar bibit D. cepa pada konsentrasi 65% mampu meningkatkan
PresUnivPresUniv Ultimately, Indonesias success hinges on a holistic approach integrating political will, equitable financing, and robust governance to achieve its greenUltimately, Indonesias success hinges on a holistic approach integrating political will, equitable financing, and robust governance to achieve its green
UIGMUIGM Untuk memperbarui distribusi terbaru L. sarawakensis, kami menyusun distribusi spesies dari laporan yang dikonfirmasi dan pengamatan kami. Studi ini menunjukkanUntuk memperbarui distribusi terbaru L. sarawakensis, kami menyusun distribusi spesies dari laporan yang dikonfirmasi dan pengamatan kami. Studi ini menunjukkan
UIGMUIGM Setiap tikus dalam kelompok tersebut menerima injeksi intraperitoneal Pb(NO³)² dengan dosis 0 mgPb/kgBB, 5 mgPb/kgBB, dan 10 mgPb/kgBB. Setelah 35 hari,Setiap tikus dalam kelompok tersebut menerima injeksi intraperitoneal Pb(NO³)² dengan dosis 0 mgPb/kgBB, 5 mgPb/kgBB, dan 10 mgPb/kgBB. Setelah 35 hari,