ISTNISTN

https://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstechhttps://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstech

Assembly line merupakan proses penggabungan part/bagian yang disusun berdasarkan urutan proses untuk menghasilkan produk jadi yang lebih cepat dari metode biasanya. Dalam proses assembly line untuk tipe W213 yang diproduksi PT X Indonesia masih banyak terjadi kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kerusakan untuk part yang rusak sebanyak 92 unit, gap & transition 82 unit, kegagalan fungsi 40 unit, dan part yang kotor 10 unit. Untuk mengatasi kerusakan tersebut, dilakukan pengendalian kualitas menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC), yang menghasilkan persentase kerusakan part rusak sebesar 41,1%, gap & transition 36,6%, kegagalan fungsi 17,9%, dan part kotor 4,5%. Standar kerusakan yang diterapkan adalah 25% dari tiap produksi, sehingga perlu dilakukan perbaikan meliputi pengawasan material, mesin, operator, serta metode pemasangan part yang harus selalu diawasi.

Proses pengendalian kualitas statistik yang harus diterapkan di PT X Indonesia dalam proses assembly adalah dengan menetapkan standar pengukuran dan patokan untuk hasil produksi, mencakup standar fisik, standar pengukuran, dan standar waktu.Berdasarkan hasil peta kendali p (P-chart), kualitas produk masih berada di luar batas kendali, ditunjukkan oleh tujuh titik data yang melebihi batas kendali.Kerusakan paling dominan adalah part rusak sebesar 41,1% dan gap & transition sebesar 36,6%, sehingga perbaikan perlu difokuskan pada dua jenis kerusakan tersebut agar 80% masalah kualitas dapat terselesaikan.

Pertama, perlu diteliti sejauh mana efektivitas pelatihan operator baru terhadap penurunan jumlah kerusakan akibat human error, dengan membandingkan data kerusakan sebelum dan sesudah pelatihan diterapkan secara sistematis. Kedua, perlu dikaji ulang desain metode pemasangan dan pengukuran komponen untuk mengurangi terjadinya gap & transition melalui studi ergonomi dan simulasi proses perakitan menggunakan model digital. Ketiga, penting untuk mengembangkan sistem monitoring real-time terhadap kondisi mesin dan material menggunakan sensor sederhana agar potensi kerusakan dapat terdeteksi lebih dini sebelum memengaruhi kualitas produk, sehingga pencegahan bisa dilakukan secara proaktif selama proses produksi berlangsung.

  1. #assembly line#assembly line
  2. #pengendalian kualitas#pengendalian kualitas
Read online
File size957.45 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1UO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test