UnbrahUnbrah
Health and Medical JournalHealth and Medical JournalLatar Belakang: Anemia dan defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, terutama di negara berkembang. Masa remaja merupakan periode kritis dalam siklus hidup, ditandai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan pesat. Ketidakseimbangan asupan zat besi dan pola makan yang tidak adekuat berkontribusi terhadap prevalensi anemia dan defisiensi zat besi, sementara status gizi yang tidak optimal, baik berupa underweight maupun overweight, dapat memperburuk kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi anemia, defisiensi zat besi, dan status gizi pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan melibatkan 50 remaja sebagai subjek. Kadar hemoglobin (Hb) diukur di Laboratorium Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah menggunakan metode standar laboratorium, sedangkan kadar ferritin serum diperiksa menggunakan Elisa Human Ferritin Kit berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR). Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin <12 g/dL, sementara defisiensi zat besi didefinisikan dengan kadar ferritin <15 µg/L. Status gizi dianalisis menggunakan indeks massa tubuh (IMT), yang diklasifikasikan menjadi kategori underweight, normal, overweight, dan obesitas. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.
Penelitian ini menemukan bahwa 14 % remaja putri mengalami anemia dan 74 % mengalami defisiensi zat besi, menjadikan defisiensi zat besi penyebab utama anemia defisiensi besi.Selain itu, 56 % remaja memiliki status gizi normal, namun terdapat 24 % dengan overweight/obesitas dan 8 % underweight, menunjukkan adanya ketidakseimbangan gizi.Oleh karena itu, diperlukan intervensi gizi terpadu yang mencakup edukasi, suplementasi zat besi, dan pemantauan rutin untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang remaja putri.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program suplementasi zat besi berbasis sekolah yang dipadukan dengan edukasi gizi selama satu tahun terhadap penurunan prevalensi anemia pada remaja putri. Selain itu, perlu dilakukan studi observasional yang menilai hubungan antara pola konsumsi makanan sumber zat besi heme dan non‑heme dengan kadar serum ferritin menggunakan kuesioner frekuensi makanan terstandarisasi. Selanjutnya, eksplorasi penggunaan aplikasi mobile health yang memberikan pengingat asupan zat besi serta memantau aktivitas fisik dapat dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap status zat besi dan indeks massa tubuh pada populasi remaja putri. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat bagi penyusunan kebijakan intervensi gizi yang lebih tepat sasaran.
| File size | 511.82 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
CAHAYA ICCAHAYA IC Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas Bangetayu memperkuat program informasi, pendidikan, dan komunikasi (IEC) yang disampaikan oleh bidan, khususnyaOleh karena itu, disarankan agar Puskesmas Bangetayu memperkuat program informasi, pendidikan, dan komunikasi (IEC) yang disampaikan oleh bidan, khususnya
UNISMUH PALUUNISMUH PALU sekolah memfasilitasi program intervensi suplementasi zat besi secara berkala dan pendidikan gizi bagi siswa yang rentan, dan program kesehatan diintegrasikansekolah memfasilitasi program intervensi suplementasi zat besi secara berkala dan pendidikan gizi bagi siswa yang rentan, dan program kesehatan diintegrasikan
STIKESHBSTIKESHB Secara laboratorium, anemia ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan hematokrit di bawah nilai normal, yang dapat mengindikasikanSecara laboratorium, anemia ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan hematokrit di bawah nilai normal, yang dapat mengindikasikan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Stunting merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Remaja putri sebagai calon ibu berperan pentingStunting merupakan masalah kesehatan kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Remaja putri sebagai calon ibu berperan penting
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Remaja putri sangat berisiko tinggi terkena anemia karena peningkatan kebutuhan yang sangat signifikan, rendahnya asupan zat besi, perilaku diet sertaRemaja putri sangat berisiko tinggi terkena anemia karena peningkatan kebutuhan yang sangat signifikan, rendahnya asupan zat besi, perilaku diet serta
GOMITGOMIT Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada remaja mengenai anemia dalam konteks risiko kehamilanOleh karena itu, tim pengabdian masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada remaja mengenai anemia dalam konteks risiko kehamilan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Parameter tersebut dapat berfungsi sebagai alat penyaringan sederhana dan hemat biaya di setting perawatan antenatal untuk mencegah komplikasi mata-mataParameter tersebut dapat berfungsi sebagai alat penyaringan sederhana dan hemat biaya di setting perawatan antenatal untuk mencegah komplikasi mata-mata
UNIMMANUNIMMAN Remaja putri dengan asupan protein baik cenderung memiliki kadar hemoglobin tinggi, sedangkan remaja putri dengan konsumsi protein rendah lebih berisikoRemaja putri dengan asupan protein baik cenderung memiliki kadar hemoglobin tinggi, sedangkan remaja putri dengan konsumsi protein rendah lebih berisiko
Useful /
GOMITGOMIT Bagi yang terdeteksi, tidak semuanya ditangani secara tepat waktu dan memadai. Di salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Lampung, masih banyak wanitaBagi yang terdeteksi, tidak semuanya ditangani secara tepat waktu dan memadai. Di salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Lampung, masih banyak wanita
GREENPUBGREENPUB Salah satu pencapaian kunci program ini adalah peningkatan keterampilan produksi dan inovasi, di mana sebagian besar peserta dapat memproduksi sabun pencuciSalah satu pencapaian kunci program ini adalah peningkatan keterampilan produksi dan inovasi, di mana sebagian besar peserta dapat memproduksi sabun pencuci
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Kelompok intervensi menerima pelatihan terstruktur berbasis kader, sementara kontrol memperoleh konseling standar. Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuanKelompok intervensi menerima pelatihan terstruktur berbasis kader, sementara kontrol memperoleh konseling standar. Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Meskipun sikap positif tidak selalu tercermin dalam perilaku sehat karena hambatan lingkungan dan sosial-ekonomi, edukasi kesehatan yang disesuaikan danMeskipun sikap positif tidak selalu tercermin dalam perilaku sehat karena hambatan lingkungan dan sosial-ekonomi, edukasi kesehatan yang disesuaikan dan