UnbrahUnbrah

Health and Medical JournalHealth and Medical Journal

Karsinoma sekretori kelenjar liur adalah karsinoma tingkat rendah yang ditandai dengan kemiripan morfologis dengan karsinoma sekretori mammae dan fusi gen ETV6-NTRK3. Kami melaporkan kasus jarang seorang perempuan berusia 53 tahun dengan benjolan pada parotis sejak 6 bulan. Pemeriksaan histopatologi dari spesimen parotidektomi memperlihatkan proliferasi sel tumor membentuk struktur mikrokistik dengan lumen berisi sekret eosinofilik, sitoplasma granular eosinofilik dan bervakuol. Diagnosis banding utama karsinoma sekretorik adalah dengan karsinoma sel asinik derajat rendah. Keduanya dapat dibedakan dengan pemeriksaan histokimia PAS positif pada sekret dan imunohistokimia positif kuat untuk S100 serta negatif untuk DOG1. Identifikasi translokasi t(12;15) (p13;q25) merupakan standar emas untuk diagnosis. Pada sumber daya rendah di mana analisis molekuler tidak tersedia, maka pemeriksaan histopatologi dan menggunakan imunohistokimia merupakan alat kunci untuk menegakkan diagnosis yang tepat.

Karsinoma sekretori kelenjar liur memiliki karakteristik histopatologis dan imunohistokimia yang mirip dengan karsinoma sekretori payudara, dengan translokasi t(12.Di fasilitas dengan sumber daya terbatas, gambaran morfologi dan imunohistokimia (positif S100, negatif DOG-1, positif PAS pada sekresi) sangat penting untuk menegakkan diagnosis dan membedakannya dari diagnosis banding utama seperti Acinic Cell Carcinoma.Kasus ini menunjukkan bahwa diagnosis yang tepat untuk karsinoma sekretori kelenjar liur dapat dicapai melalui pemeriksaan histopatologi dan imunoprofil yang khas, bahkan tanpa analisis molekuler.

Mengingat tantangan dalam penegakan diagnosis karsinoma sekretori kelenjar liur tanpa pemeriksaan molekuler, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, diperlukan studi kohort multi-sentra yang lebih besar untuk memvalidasi secara kuantitatif akurasi diagnostik kombinasi pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia yang telah diuraikan dalam penemuan kasus ini. Penelitian tersebut harus fokus pada pengembangan dan pengujian protokol diagnostik berbasis morfologi dan imunoprofil yang optimal untuk kondisi sumber daya terbatas, termasuk identifikasi kriteria tambahan yang dapat meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas diagnosis tanpa ketergantungan pada analisis fusi gen ETV6-NTRK3. Kedua, studi jangka panjang mengenai luaran klinis pasien dengan karsinoma sekretori kelenjar liur yang diagnosisnya ditegakkan hanya melalui metode histopatologi dan imunohistokimia sangat krusial. Peneliti dapat menyelidiki bagaimana fitur histopatologis tertentu, seperti invasi limfovaskular atau perineural, dan profil imunohistokimia berkorelasi dengan risiko kekambuhan lokal, metastasis jauh, atau prognosis keseluruhan dalam kurun waktu yang lebih panjang. Penelitian ini akan membantu memahami sejauh mana metode diagnosis alternatif ini dapat memberikan informasi prognostik yang handal. Terakhir, mengingat kelangkaan karsinoma sekretori kelenjar liur dan potensi perbedaan prevalensi gender yang disinggung dalam literatur, penelitian epidemiologi dan karakteristik klinis yang lebih mendalam pada populasi Indonesia dapat memberikan wawasan baru. Mengidentifikasi faktor risiko, presentasi klinis yang tidak biasa, atau pola demografi tertentu yang spesifik untuk karsinoma sekretori kelenjar liur di Indonesia dapat membantu dokter untuk memiliki tingkat kecurigaan yang lebih tinggi, memungkinkan diagnosis awal yang lebih cepat dan tepat, bahkan sebelum pemeriksaan patologi dilakukan.

  1. Secretory carcinoma of the parotid: Approach with morphology, cyto-immunohistochemistry, and fluorescence... doi.org/10.32677/ijcr.2020.v06.i07.011Secretory carcinoma of the parotid Approach with morphology cyto immunohistochemistry and fluorescence doi 10 32677 ijcr 2020 v06 i07 011
Read online
File size1 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test