UNTAGUNTAG
JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikTujuan utama dari dilaksanakannya desentralisasi asimetris yaitu untuk mewujudkan Distribution of Power and Authority. Sehingga setiap daerah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada dan melaksanakan pemerintahan secara mandiri dan mampu mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya sering terjadi ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita. Seperti di Papua yang menjadi ironi ditengah keberlimpahan otonomi khusus tetapi kemiskinan menjadi permasalahan utama. Tujuan penulisan permalahan ini yaitu untuk melihat masalah kemiskinan yang menjerat daerah papua ditengah keberlimpahan otonomi khusus yang dibanggakan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu studi kepustakaan. Hasil analisis yang dilakukan terhadap permasalahan ini yaitu Sebagai bukti empiris seperti yang kita lihat bersama berdasarkan statistik kemiskinan masih sangat memprihatinkan. Artinya meskipun UU Otonomi Khusus telah menetapkan rancangan-rancangan yang bersifat sistemastis sebagaimana telah dirumuskan dalam UU tersebut dalam kenyataannya UU tersebut dalam implimentasi secara hipotetis belum.
Sebagai bukti empiris seperti yang kita lihat bersama berdasarkan statistik kemiskinan masih sangat memprihatinkan.Artinya meskipun UU Otonomi Khusus telah menetapkan rancangan-rancangan yang bersifat sistemastis sebagaimana telah dirumuskan dalam UU tersebut dalam kenyataannya UU tersebut dalam implimentasi secara hipotetis belum dapat memenuhi tujuan dari UU Otsus Tanah Papua dimaksud.21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua ternyata belum secara signifikan dapat merubah struktur kemiskinan masyarakat Papua maka kehadiran atau keberadaan UU N0.21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dapat ditinjau kembali apakah perlu dipertahankan dan / atau tidak perlu dipertahankan.
Sebuah penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana mekanisme kontrol anggaran otonomi khusus di Papua dapat dioptimalkan agar dana tepat sasaran, dengan menguji model transparansi berbasis teknologi informasi. Kajian kuantitatif dapat menilai dampak pemberantasan korupsi terhadap penurunan tingkat kemiskinan, dengan membandingkan wilayah yang memperoleh pengawasan ketat versus yang tidak. Penelitian kualitatif dapat menyelidiki persepsi masyarakat Papua tentang keadilan sosial yang dihasilkan oleh desentralisasi asimetris, mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi kepercayaan terhadap pemerintah pusat dan daerah. Analisis komparatif antara Papua dan provinsi otonomi khusus lain, seperti Aceh atau Yogyakarta, dapat mengungkap perbedaan kebijakan implementasi dan hasil kesejahteraan, memberikan pelajaran bagi perbaikan kebijakan. Studi longitudinal dapat melacak perubahan indeks pembangunan manusia selama dekade terakhir di Papua, mengaitkannya dengan variasi alokasi dana otonomi khusus dan program pembangunan. Penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas program pelatihan manajerial bagi pejabat daerah dalam meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran otonomi khusus. Model simulasi ekonomi dapat memproyeksikan konsekuensi finansial jika anggaran otonomi khusus dialokasikan secara prioritas pada sektor kesehatan dan pendidikan dibandingkan infrastruktur. Survei nasional dapat mengukur sejauh mana political will pemerintah pusat berperan dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Papua, serta mengidentifikasi hambatan birokratis yang ada. Secara keseluruhan, rangkaian penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk merumuskan kebijakan desentralisasi asimetris yang lebih efektif dan berkeadilan di Papua.
| File size | 267.37 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Namun, adanya tantangan terkait kapasitas dan pengelolaan waktu henti menghambat pencapaian kinerja yang optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumberNamun, adanya tantangan terkait kapasitas dan pengelolaan waktu henti menghambat pencapaian kinerja yang optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber
JIMF BIJIMF BI Studi ini menggunakan sampel 15 bank komersial Islam di Indonesia dari tahun 2010 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa elemen-elemen tata kelola memilikiStudi ini menggunakan sampel 15 bank komersial Islam di Indonesia dari tahun 2010 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa elemen-elemen tata kelola memiliki
UAIUAI Setiap kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan akan berdampak pada pengambilan keputusan oleh para pembuat kebijakan dalam bidang pendidikan, baik diSetiap kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan akan berdampak pada pengambilan keputusan oleh para pembuat kebijakan dalam bidang pendidikan, baik di
STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan pengurus BUMDes. Sebanyak 20 pengurus berpartisipasiHasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan pengurus BUMDes. Sebanyak 20 pengurus berpartisipasi
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Namun demikian, masih diperlukan peningkatan dalam hal cakupan, kualitas layanan, serta dukungan lintas sektor untuk memperkuat intervensi yang ada. penyediaanNamun demikian, masih diperlukan peningkatan dalam hal cakupan, kualitas layanan, serta dukungan lintas sektor untuk memperkuat intervensi yang ada. penyediaan
UMSBUMSB Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama jam sibuk, faktor muatan KRL seringkali melebihi 100%, yang mengindikasikan kepadatan penumpang yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama jam sibuk, faktor muatan KRL seringkali melebihi 100%, yang mengindikasikan kepadatan penumpang yang tinggi.
AKRABJUARAAKRABJUARA Untuk menemukan tingkat permasalahan dari Implementasi UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua terhadap peningkatan KesejahteraanUntuk menemukan tingkat permasalahan dari Implementasi UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua terhadap peningkatan Kesejahteraan
UNIVMEDUNIVMED Secara genetik HIV dibedakan menjadi HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 diklasifikasikan kedalam 3 grup yaitu: M, N, dan O. Grup M dibagi menjadi 9 subtipe yaitu:Secara genetik HIV dibedakan menjadi HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 diklasifikasikan kedalam 3 grup yaitu: M, N, dan O. Grup M dibagi menjadi 9 subtipe yaitu:
Useful /
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Analisis data menggunakan chi-square dan regresi linier. Terdapat 57 responden, 80,7% berada di usia tidak berisiko, 45,6% memiliki pendidikan rendah,Analisis data menggunakan chi-square dan regresi linier. Terdapat 57 responden, 80,7% berada di usia tidak berisiko, 45,6% memiliki pendidikan rendah,
UNIVMEDUNIVMED Kadar eritrosit seng, testosteron, dan GDP tidak berbeda secara signifikan pada kedua kelompok (p=0,304; p=0,145; p=0,376 masing-masing). Aktivitas SODKadar eritrosit seng, testosteron, dan GDP tidak berbeda secara signifikan pada kedua kelompok (p=0,304; p=0,145; p=0,376 masing-masing). Aktivitas SOD
UNIVMEDUNIVMED Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai MPV dengan derajat retinopati. MPV dapat digunakan sebagai tes yang sederhanaPenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai MPV dengan derajat retinopati. MPV dapat digunakan sebagai tes yang sederhana
UNIVMEDUNIVMED Hampir 90% SCC terinfeksi secara multipel oleh HPV-16 dengan kombinasi HPV-18, HPV-45, atau HPV-52, sedangkan prevalensi HPV-16 pada jaringan kanker serviksHampir 90% SCC terinfeksi secara multipel oleh HPV-16 dengan kombinasi HPV-18, HPV-45, atau HPV-52, sedangkan prevalensi HPV-16 pada jaringan kanker serviks