UCYUCY
Academy of Education JournalAcademy of Education JournalPerkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan terhadap pola pengasuhan anak dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pengasuhan yang dihadapi orang tua di era digital serta menggali harapan mereka terhadap pelatihan literasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei terhadap 67 orang tua di salah satu lembaga PAUD yang mengikuti kegiatan literasi digital. Data dikumpulkan melalui angket yang memuat pertanyaan tertutup dan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menghadapi tantangan dalam mendampingi anak yang terlalu sering menggunakan gadget, serta mengalami kesulitan dalam menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan pengelolaan emosi anak. Sebanyak 55,2% responden mengaku belum pernah menerima materi literasi digital secara jelas. Adapun harapan orang tua terhadap pelatihan literasi digital mencakup lima tema utama: menambah pengetahuan dan wawasan (40,7%), memperoleh solusi dan strategi konkret (20,3%), perubahan positif pada anak (13,6%), penguatan peran orang tua (10,2%), serta transformasi diri (15,3%). Temuan ini menunjukkan urgensi penguatan literasi digital berbasis keluarga, agar orang tua mampu mendampingi anak secara bijak dan efektif dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 67 orang tua peserta pelatihan literasi digital, diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut.Permasalahan utama dalam pengasuhan di era digital yang dirasakan orang tua adalah penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak-anak, diikuti oleh masalah kedisiplinan, kurangnya tanggung jawab, dan lemahnya kemampuan mengelola emosi.Orang tua juga merasa kesulitan dalam memahami peran dan strategi pengasuhan yang tepat di tengah perkembangan teknologi yang cepat.Sebagian besar orang tua belum pernah mendapatkan pelatihan atau materi literasi digital maupun soft skill secara sistematis.Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pengasuhan digital dan fasilitas edukasi yang tersedia.Persepsi orang tua terhadap internet dan teknologi digital bersifat ambivalen.mereka mengakui adanya manfaat, tetapi juga khawatir terhadap dampak negatif terhadap anak, khususnya dalam aspek perilaku dan karakter.Orang tua memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap program pelatihan literasi digital.1) Penambahan ilmu dan wawasan (40,7%), 2) Pemberian solusi dan strategi praktis (20,3%), 3) Perubahan positif pada anak (13,6%), 4) Penguatan peran orang tua (10,2%), dan 5) Motivasi serta refleksi diri (15,3%).Literasi digital dipandang sebagai solusi yang potensial dan dibutuhkan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi anak secara efektif, etis, dan bijak di era digital.
Untuk meningkatkan kualitas pengasuhan di era digital, diperlukan upaya-upaya berikut: 1. Pengembangan program literasi digital yang komprehensif dan terintegrasi dengan kebutuhan keluarga masa kini. Program ini dapat mencakup pelatihan praktis tentang penggunaan gadget dan internet secara sehat, serta strategi pengasuhan yang efektif di era digital. 2. Pemberdayaan orang tua dalam memahami dan menerapkan literasi digital, etika penggunaannya, dan keamanan digital anak. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan khusus yang melibatkan orang tua secara aktif, sehingga mereka dapat menjadi pendamping yang bijak dan efektif bagi anak-anak mereka. 3. Penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital, dengan memberikan pemahaman tentang kewaspadaan terhadap ancaman siber, pencurian identitas, dan penipuan online. Orang tua perlu dibekali dengan pengetahuan dan strategi untuk melindungi anak dari risiko-risiko tersebut. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program literasi digital yang tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan keluarga di era digital.
- Meta Tags — Preview, Edit and Generate. literasi digital anak usia urgensi peran tua menyikapi... doi.org/10.19105/kiddo.v5i1.11611Meta Tags Ai Preview Edit and Generate literasi digital anak usia urgensi peran tua menyikapi doi 10 19105 kiddo v5i1 11611
- Parental Digital Literacy: Protecting Children from Online Risks | TeIKa. parental digital literacy protecting... doi.org/10.36342/teika.v14i2.3781Parental Digital Literacy Protecting Children from Online Risks TeIKa parental digital literacy protecting doi 10 36342 teika v14i2 3781
| File size | 611.19 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
SAINTISPUBSAINTISPUB 2) Peran orang tua dalam literasi digital adalah Bantuan Teknologi Dasar, Mendorong Berpikir Kritis, Memodelkan Penggunaan Teknologi, Memantau & Mengatur2) Peran orang tua dalam literasi digital adalah Bantuan Teknologi Dasar, Mendorong Berpikir Kritis, Memodelkan Penggunaan Teknologi, Memantau & Mengatur
UVAYABJMUVAYABJM Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai metode utama. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai metode utama. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan,
UAIUAI Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang melibatkan 30 responden. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria dewasaMetode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang melibatkan 30 responden. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria dewasa
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah berbagai studi nasional dan internasional periode 2020–2025 untukPenelitian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah berbagai studi nasional dan internasional periode 2020–2025 untuk
UNIRAYAUNIRAYA Program ini menerapkan berbagai kegiatan membaca, termasuk bercerita secara interaktif, mobil perpustakaan keliling, sudut baca, dan diskusi kelompok,Program ini menerapkan berbagai kegiatan membaca, termasuk bercerita secara interaktif, mobil perpustakaan keliling, sudut baca, dan diskusi kelompok,
UNISKA BJMUNISKA BJM Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mengubah dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan interaksi edukatif antara murid danPerkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mengubah dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan interaksi edukatif antara murid dan
UIN SUSKAUIN SUSKA Hasil menunjukkan bahwa strategi pengembangan PAUD meliputi optimalisasi pembelajaran efektif, kolaborasi kurikulum pemerintah dan pesantren, peningkatanHasil menunjukkan bahwa strategi pengembangan PAUD meliputi optimalisasi pembelajaran efektif, kolaborasi kurikulum pemerintah dan pesantren, peningkatan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Pelatihan kewirausahaan yang dilakukan telah meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan pengetahuan tentang perencanaan karir pada anak asuh. Dengan demikian,Pelatihan kewirausahaan yang dilakukan telah meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan pengetahuan tentang perencanaan karir pada anak asuh. Dengan demikian,
Useful /
ITBMITBM Eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan (A: tidak menggeser, B: ganti tiap 10 hari, C: ganti tiap 20 hari) selama 90 hari.Eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan (A: tidak menggeser, B: ganti tiap 10 hari, C: ganti tiap 20 hari) selama 90 hari.
ITBMITBM Dosis fermentasi 20 ml/kg terbukti paling optimal dalam meningkatkan kualitas pakan dan efisiensi pertumbuhan ikan. Penerapan fermentasi yang tepat mendukungDosis fermentasi 20 ml/kg terbukti paling optimal dalam meningkatkan kualitas pakan dan efisiensi pertumbuhan ikan. Penerapan fermentasi yang tepat mendukung
PENDIDIKANBIOLOGIUKAWPENDIDIKANBIOLOGIUKAW Bila bakteri ini mencemari makanan dan terkonsumsi dalam jumlah yang banyak, maka dapat menyebabkan penyakit diare. Upaya mencegah penyakit diare yaituBila bakteri ini mencemari makanan dan terkonsumsi dalam jumlah yang banyak, maka dapat menyebabkan penyakit diare. Upaya mencegah penyakit diare yaitu
UNISKA BJMUNISKA BJM Subjek penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan di SDN Semangat Dalam 2 KabupatenSubjek penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten