UMTSUMTS

Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan HumanioraJurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora

Pengolahan sampah yang buruk telah terbukti merusak ekosistem dunia, mulai dari tanah, laut hingga menjadi polutan udara. Sampah plastik yang tidak mudah terurai menjadi masalah seiring dengan menumpuknya material plastik sejak ratusan tahun silam. Mikroplastik sebagai salah satu material plastik yang berukuran kecil perlu menjadi perhatian lebih karena sifat material yang kecil dan mudah menyerap polutan di sekitarnya menjadikan mikroplastik sebagai sarana pembawa racun ke dalam tubuh makhluk hidup dan bisa juga masuk ke tubuh manusia sebagai akhir rantai makanan. Peran pemerintah dan korporasi dalam pengelolaan sampah plastik yang tidak optimal dan justru lalai menunjukkan adanya state-corporate crime yang semakin membuat penanganan mikroplastik jauh dari harapan. Environmental horizon scanning memberikan sebuah pisau analisis bagi para peneliti di rumpun kriminologi untuk menginterpretasi, merespon dan memberikan solusi terkait fenomena kerusakan lingkungan yang ada saat ini, serta ancaman yang dapat terjadi di masa depan. Sehingga dapat diformulasikan rekomendasi dalam penanganan mikroplastik yang dinilai efektif. Namun demikian, analisis yang dilakukan masih dalam konteks cakrawala yang bersifat luas sehingga perlu penyesuaian apabila terdapat perubahan kondisi faktual.

Berdasarkan beberapa permasalahan pengolahan sampah dan dampaknya bagi ekosistem di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa telah berlangsung state-corporate crime berupa pembiaran tata kelola sampah yang buruk dan tindakan berupa keterlibatan negara melalui berbagai regulasinya dalam membuka celah timbulnya permasalahan lingkungan akibat sampah plastik.Kerangka konseptual Environmental Horizon Scanning yang terdiri atas (1) substantive orientation, (2) justice orientation, dan (3) future orientation telah membantu peneliti dalam merumuskan beberapa rekomendasi konkret sebagai solusi pencegahan yang lebih buruk dari masa depan.Perlunya revisi aturan hukum mulai dari tatanan undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, hingga peraturan daerah terkait pengelolaan sampah wajib memegang prinsip intergenerational equity.

Berdasarkan analisis, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas berbagai metode daur ulang plastik yang ada di Indonesia, termasuk potensi pengembangan teknologi daur ulang yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Kedua, penting untuk meneliti dampak jangka panjang paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, dengan fokus pada mekanisme biologis yang terlibat. Ketiga, penelitian mengenai persepsi dan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah plastik perlu dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi aktif dalam upaya pengurangan dan daur ulang sampah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai permasalahan sampah plastik dan mikroplastik di Indonesia, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Read online
File size437.27 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test