UNUKALTIMUNUKALTIM

Journal of Sustainable TransformationJournal of Sustainable Transformation

Komunikasi interpersonal digunakan untuk mencapai tujuan, misalnya komunikasi antara guru dengan siswa dan antara siswa dan siswa. Tujuan dari pendidikan tidak akan terwujud tanpa adanya pendidik yang terampil dan kreatif dalam menjalankan proses pendidikan sebagai keterampilan berkomunikasi untuk mengetahui strategi faktor pendukung dan penghambat yang menunjang minat belajar siswa. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini mengambil masalah tentang komunikasi interpersonal guru dalam menunjang minat belajar siswa di Madrasah Aliyah Sepaku menggunakan metode kualitatif deskriptif. Alat pengumpulan data antara lain observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal guru terhadap siswa saat proses pembelajaran di kelas seperti menciptakan suasana di kelas yang kondusif dan menyenangkan bisa menunjang minat belajar siswa serta mengandung keakraban dan perhatian terhadap siswanya. Faktor pendukung minat belajar dalam pembelajaran di sekolah ditunjukkan berdasarkan jenis mata pelajaran dan fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Faktor penghambat minat belajar siswa siswi di sekolah ditunjukkan oleh kualitas guru dalam mengajar dan kesulitan siswa dalam menerima mata pelajaran. Jika siswa siswi memiliki minat dalam kegiatan pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berjalan lebih baik.

Komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam proses belajar mengajar sudah cukup baik, karena guru wali kelas XII dan siswa sudah menerapkan komunikasi interpersonal diantara keduanya dengan menjalin hubungan sosial yang baik dan menjaga komunikasi serta keterampilan komunikasi interpersonal guru terhadap siswanya saat proses pembelajaran di kelas.Faktor pendukung seperti minat belajar ditandai dengan kualitas guru dan keinginan belajar dan mata pelajaran yang disukai oleh siswa dan siswi di sekolah.Adapun faktor penghambat minat belajar ditandai dengan cara proses belajar mengajar yang menggunakan satu metode saja sehingga membosankan siswa siswi dan guru yang kurang menguasai materi pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengaruh gaya komunikasi guru yang berbeda-beda (misalnya, gaya asertif, gaya suportif, atau gaya direktif) terhadap minat belajar siswa. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pendekatan komunikasi mana yang paling efektif dalam konteks pembelajaran di Madrasah Aliyah Sepaku. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran komunikasi nonverbal guru, seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara, dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dapat menggunakan metode observasi yang lebih intensif untuk mengidentifikasi pola-pola komunikasi nonverbal yang efektif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi bagaimana komunikasi interpersonal guru dapat dimanfaatkan untuk mengatasi hambatan minat belajar siswa yang disebabkan oleh kesulitan dalam menerima materi pelajaran. Penelitian ini dapat melibatkan pengembangan strategi komunikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa yang beragam, seperti penggunaan analogi, contoh konkret, atau media pembelajaran yang interaktif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal antara guru dan siswa, serta mengoptimalkan proses pembelajaran di Madrasah Aliyah Sepaku dan lembaga pendidikan lainnya.

Read online
File size202.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test