UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Latar Belakang. Sendi lutut merupakan salah satu sendi yang paling sering mengalami cedera. Kejadian yang sering dan mengenai hampir setengah dari cedera lutut adalah Anterior Cruciate Ligament (ACL). Tujuan. Untuk mengetahui Karakteristik Pasien pasca rekonstruksi ACL yang berkunjung ke Klinik Physiocenter Makassar, Physiocenter Sorowako, dan Physiocenter Wawondula tahun 2021-2023. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian Cross sectional study melalui analisa data sekunder dari Rekam Medik Pasien di Klinik Physiocenter Makassar, Physiocenter Sorowako, dan Physiocenter Wawondula. Hasil. Usia pasien terbanyak adalah dewasa (26-45 tahun) yaitu 57.7%. Pasien didominasi laki-laki sebanyak 86.6%. Karyawan swasta merupakan profesi pasien terbanyak (44.3%). Mayoritas pasien merupakan pasien cedera pertama sebanyak 78.4%. Mekanisme trauma terbanyak adalah mekanisme non-kontak (67.0%). Mayoritas terjadi pada sisi lutut kanan sebanyak 56.7%. Dorongan berkunjung pasien didominasi arahan dokter sebanyak 71.1%. Jenis graft yang paling banyak digunakan pada proses rekonstruksi adalah HT autograft (62.9%). Penggunaan jumlah bundle terbanyak adalah single bundle sebanyak 68.0%. Jumlah komorbid pada pasien terbanyak adalah cedera meniskus sebanyak 53.6%. Sumber biaya terbanyak yang digunakan pasien adalah asuransi (51.5%). Kesimpulan. Pasien didominasi oleh kelompok usia dewasa, jenis kelamin laki-laki, profesi Karyawan swasta, cedera pertama dengan mekanisme non-kontak, serta mayoritas terjadi pada lutut kanan. Dorongan berkunjung terbanyak adalah arahan dokter. Mayoritas pasien menggunakan HT autograft, serta single bundle. Kebanyakan pasien memiliki komorbid meniskus, dengan sumber biaya asuransi.

Pasien pasca rekonstruksi ACL di Klinik Physiocenter tahun 2021-2023 didominasi oleh kelompok usia dewasa (26-45 tahun), berjenis kelamin laki-laki, dan berprofesi sebagai karyawan swasta.Mayoritas cedera merupakan cedera pertama dengan mekanisme non-kontak pada lutut kanan, didorong oleh arahan dokter, menggunakan hamstring tendon autograft atau peroneus longus tendon autograft sebagai graft utama dengan single bundle, serta sering disertai komorbid cedera meniskus.Sumber biaya yang paling banyak digunakan untuk penanganan adalah asuransi.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan penanganannya, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat temuan bahwa sebagian besar pasien berasal dari usia produktif dan berprofesi sebagai karyawan swasta, sebuah studi mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor risiko perilaku dan lingkungan yang berkontribusi pada cedera ACL non-kontak di kelompok tersebut. Penelitian ini bisa berbentuk studi kualitatif atau mixed-method, yang tidak hanya mengidentifikasi karakteristik demografi, tetapi juga menggali persepsi, kebiasaan, serta tingkat kesadaran mereka terhadap pencegahan cedera dan pentingnya rehabilitasi dini. Pemahaman ini krusial untuk merancang program edukasi atau intervensi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Kedua, dengan adanya temuan dominasi jenis graft hamstring tendon autograft dan penggunaan single bundle, sebuah studi kohort prospektif jangka panjang akan sangat bermanfaat untuk mengevaluasi luaran fungsional, stabilitas lutut, dan tingkat kejadian cedera berulang dari berbagai pilihan teknik rekonstruksi yang ada. Penelitian ini dapat membandingkan efektivitas berbagai jenis graft dan jumlah bundle terhadap kualitas hidup pasien, kembali beraktivitas, serta potensi komplikasi, memberikan bukti yang lebih kuat untuk panduan praktik klinis. Ketiga, mengingat bahwa dorongan berkunjung pasien sebagian besar atas arahan dokter dan sumber biaya didominasi asuransi, penting untuk meneliti lebih lanjut dampak faktor motivasi dan finansial ini terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani program rehabilitasi fisioterapi pasca-operasi. Studi ini dapat mengidentifikasi apakah kesadaran pribadi pasien dan jaminan biaya mempengaruhi intensitas, durasi, serta keberhasilan rehabilitasi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi prognosis jangka panjang dan mengurangi risiko cedera berulang. Saran-saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas penanganan cedera ACL di masa depan.

  1. Gambaran Karakteristik Pasien Pasca Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Tahun 2021-2023 | Jurnal... jurnal-d3fis.uwhs.ac.id/index.php/akfis/article/view/422Gambaran Karakteristik Pasien Pasca Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Tahun 2021 2023 Jurnal jurnal d3fis uwhs ac index php akfis article view 422
  2. Surgical referral systems in low- and middle-income countries: A review of the evidence | PLOS One. surgical... doi.org/10.1371/journal.pone.0223328Surgical referral systems in low and middle income countries A review of the evidence PLOS One surgical doi 10 1371 journal pone 0223328
Read online
File size552.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test