JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)

Lansia mengalami proses penuaan alami yang tidak dapat dihindari. Proses menua pada lansia tentunya memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan bertambahnya usia maka fungsi organ-organ tubuh akan menurun baik karena faktor alam maupun karena penyakit. Stres merupakan reaksi non-spesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan. Stres dapat menyebabkan perubahan fisiologi, psikologi, dan perilaku pada individu yang berakibat pada berkembangnya suatu penyakit. Lansia yang mengalami stres disertai penyakit fisik salah satunya hipertensi dapat menyebabkan beratnya dan komplikasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tingkat stres di Puskesmas Kendalsari Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 lansia yang berada di Puskesmas Kendalsari Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di Puskesmas Kendalsari Malang sebagian besar tergolong normal yaitu sebanyak 15 orang (75%), tingkat ringan sebanyak 5 orang (25%), tingkat sedang, tingkat berat, tingkat sangat parah, total lansia hasilnya 0 (0).

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 20 responden, mayoritas lansia di Puskesmas Kendalsari Malang berjenis kelamin perempuan (75%) dan laki-laki (25%).Tingkat stres lansia sebagian besar tergolong normal (75%), dengan 25% berada dalam kategori ringan, sedangkan tingkat sedang hingga sangat parah tidak ditemukan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat stres lansia di Puskesmas Kendalsari Malang tergolong normal.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan mencakup beberapa puskesmas lain untuk melihat apakah temuan mengenai rendahnya tingkat stres pada lansia bersifat umum atau khas terhadap wilayah tertentu. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stres lansia, seperti kondisi kesehatan fisik, dukungan sosial keluarga, dan kemandirian dalam aktivitas harian, melalui pendekatan kualitatif yang mendalam. Ketiga, perlu dikaji dampak intervensi psikoedukasi atau terapi kelompok terhadap pengelolaan stres pada lansia, untuk menilai efektivitas berbagai model pendekatan dalam meningkatkan kesejahteraan mental kelompok usia ini secara jangka panjang.

Read online
File size232.01 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test