USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

The purpose of this paper is to discuss how lexical metaphors may function in maintaining the cultural heritage of Karo youths concerning traditional use of Minyak Pengalun, a medicinal oil which is closely related with ecological and cultural identity of the Karo people. A qualitative research design was adopted wherein data were obtained from semi-structured interviews with Karo adolescents, cultural experts, and traditional healers, as well as analyses of traditional Karo texts. In particular, the result confirms that Karo youths are still meaningfully aware of those metaphors relating to Minyak Pengalun, and they widely practice them for cultural resistance through modernization processes. Metaphors like Akar-akar Tanaman Obat and Sarang Burung Walet refer to ecological wisdom besides reinforcing cultural tenacity and culture continuance. Their leading role in maintaining cultural defense functions and passing down the ability and traditions of ecological recognition is important for metaphors at this level to be used appropriately. However, modern influences pose a real challenge, though cultural education and digitizing programs help the youth find their ways to becoming closer to heritage. This research underlines lexical metaphors for maintaining cultural and ecological heritage continuity within the community.

Penelitian ini menemukan bahwa metafora leksikal berperan penting dalam mempertahankan warisan budaya Karo dan berfungsi sebagai penghubung antara bahasa dan budaya dengan pengetahuan ekologis.Metafora-metafora tersebut, seperti Akar-akar Tanaman Obat dan Minyak Pengalun, melambangkan ketahanan, keberlanjutan, dan identitas budaya yang dipahami secara mendalam oleh generasi muda Karo.Metafora-metafora ini berfungsi sebagai wadah pengetahuan antar generasi, yang mencerminkan tertanamnya nilai-nilai ekologis dan budaya dalam masyarakat.Lebih lanjut, metafora-metafora ini secara aktif digunakan oleh generasi muda Karo dalam pertahanan budaya, dengan mengintegrasikannya ke dalam upacara tradisional, ritual penyembuhan, dan bercerita.Dengan demikian, metafora leksikal merupakan bagian tak terpisahkan dari ekspresi linguistik yang penting untuk ketahanan tradisi budaya dan kelanjutannya menuju masa depan yang lebih berkelanjutan secara ekologis dalam studi Karo.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan metafora leksikal dalam konteks pendidikan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya Karo di kalangan generasi muda. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan masyarakat adat lain di Indonesia untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam penggunaan metafora leksikal untuk pelestarian budaya dan pengetahuan ekologis. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada dampak digitalisasi dan media sosial terhadap penggunaan dan transmisi metafora leksikal dalam masyarakat Karo, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelestarian budaya. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan karena pemahaman yang lebih mendalam tentang peran metafora leksikal dalam pelestarian budaya dan pengetahuan ekologis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian warisan budaya Indonesia secara keseluruhan, terutama di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan solusi praktis untuk menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan hidup di masa depan.

Read online
File size360.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test