DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sering terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi diciptakan sebagai langkah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap penyalahgunaan tersebut. Perlindungan data pribadi bertujuan untuk menjamin kesadaran dan penghormatan terhadap pentingnya perlindungan data pribadi. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif. Penelitian hukum yang berfokus pada prinsip-prinsip hukum dan tingkat keselarasan hukum. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan tren dalam data hukum yang ada. Developer aplikasi kencan memiliki kewajiban untuk melindungi data pribadi pengguna, termasuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang memadai, mendapatkan persetujuan pengguna sebelum mengumpulkan dan menggunakan data, dan memberikan transparansi tentang praktik privasi mereka. Mereka juga harus mematuhi undang-undang dan regulasi privasi data yang berlaku. Tinder berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko di lingkungan digitalnya dengan mengembangkan protokol akses aman dan arsitektur jaringan yang memungkinkan kontrol sistematis terhadap akses internal, menerapkan prinsip hak akses paling rendah. Tinder harus menyediakan kebijakan privasi yang transparan dan mudah diakses, yang merinci jenis data yang dikumpulkan, alasan pengumpulannya, serta cara penggunaan data tersebut.

Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2022, aplikasi Tinder memiliki dasar tanggung jawab besar dalam melindungi data pribadi penggunanya dengan memastikan transparansi dan persetujuan melalui kebijakan privasi yang jelas dan proses persetujuan yang eksplisit untuk setiap jenis data yang dikumpulkan serta tujuan pemrosesannya.Selain itu, Tinder harus memfasilitasi hak subjek data, seperti akses, perbaikan, penghapusan, dan penarikan persetujuan data oleh pengguna, serta menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang kuat untuk mencegah pelanggaran data.Lebih lanjut, Tinder wajib menjalankan akuntabilitas dengan melakukan penilaian dampak privasi dan memiliki mekanisme pelaporan insiden keamanan data secara cepat.Aplikasi ini juga harus memastikan kepatuhan terhadap penggunaan algoritma pemrofilan yang tidak diskriminatif dan memberikan hak keberatan kepada pengguna.Kegagalan memenuhi kewajiban tersebut dapat berakibat pada sanksi administratif berat, termasuk denda finansial yang signifikan, serta merusak reputasi dan kepercayaan pengguna.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara aplikasi kencan online yang berbeda dalam hal perlindungan data pribadi dan praktik privasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak psikologis dan sosial dari Love Scamming terhadap korban, serta strategi pencegahan dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko ini. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab platform media sosial dalam mencegah penyalahgunaan data pribadi dan penipuan online, serta strategi kolaborasi antara platform dan pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan digital.

  1. Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Dalam Penggunaan Aplikasi di Smartphone | Wijaya | INICIO LEGIS.... journal.trunojoyo.ac.id/iniciolegis/article/view/14873Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Dalam Penggunaan Aplikasi di Smartphone Wijaya INICIO LEGIS journal trunojoyo ac iniciolegis article view 14873
  2. Analisis Modus Operandi Tindak Kejahatan Menggunakan Teknik Komunikasi Love Scam Sebagai Ancaman pada... jurnal.syntax-idea.co.id/index.php/syntax-idea/article/view/1959Analisis Modus Operandi Tindak Kejahatan Menggunakan Teknik Komunikasi Love Scam Sebagai Ancaman pada jurnal syntax idea index php syntax idea article view 1959
Read online
File size456.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test