IAILMIAILM

MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahMADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Perilaku anti sosial tidak hanya muncul di kalangan usia remaja dan dewasa, melainkan muncul juga di kalangan siswa Sekolah Dasar. Perilaku seperti bullying, agresi dan kekerasan merupakan perilaku anti social. Perilaku anti sosial pada masa kanak-kanak dan masa remaja dikategorikan ke dalam gangguan-gangguan perilaku, dorongan yang meledak-ledak, mencuri, merusak, agresi fisik dan psikologis, bullying, kabur dari rumah dan membolos. Pendidikan dituntut mampu membentuk manusia yang dapat bergaul dengan manusia yang lain. Manusia dengan pendidikan dipersiapkan agar dapat menyesuaikan diri dalam segala situasi apa pun yang dihadapinya dan pendidikan di sekolah dasar merupakan fase penting dari perkembangan anak yang akan mempengaruhi seluruh perkembangan anak termasuk perkembangan sosialnya. Fenomena yang terjadi dewasa ini perlu segera ditangani, agar tidak memberi dampak yang negatif pada perkembangan anak selanjutnya.

Perilaku anti sosial seperti bullying, agresi,menentang otoritas orang dewasa, sukar diatur, mencuri, berbohong, membolos perlu segera ditangani, agar tidak memberi dampak yang negatif pada perkembangan anak selanjutnya.orang tua, sekolah dan teman sebaya menjadi faktor penyebab munculnya perilaku, untuk itu perlu adanya penanganan yang serius, yang harus, dilakukan oleh orang tua dan sekolah diantaranya adalah menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang penuh dengan kehangatan, dan kondusif untuk perkembangan anak.Pihak sekolah perlu menjalin kerjasama yang kuat khususnya dengan orang tua untuk menumbuhkan sikap sosial anak menjadi lebih baik.

Untuk mengatasi perilaku anti sosial pada anak sekolah dasar, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, sekolah dapat menerapkan program parenting class yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak dan membentuk karakter positif mereka. Kedua, sekolah harus menciptakan iklim sekolah yang kondusif dengan meningkatkan waktu kontak orang dewasa-anak, menerapkan ganjaran dan hukuman yang tepat, serta menyediakan layanan konseling untuk anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda perilaku anti sosial. Ketiga, kurikulum sekolah dasar harus berpusat pada kebutuhan anak dan aktifitas yang dapat mengurangi tingkat agresi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat mengurangi perilaku anti sosial dan meningkatkan keterampilan sosial anak-anak sekolah dasar.

Read online
File size701.96 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test