STAIKUSTAIKU
Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global IndonesiaLatar Belakang: Profesionalisme medis didasari oleh komitmen etis dan kemanusiaan; namun, pelanggaran etika dan kasus malpraktik yang terus-menerus mengindikasikan potensi defisiensi dalam kompetensi non-kognitif. Meskipun perhatian ilmiah terus meningkat, bukti yang ada masih terfragmentasi dan kurang memiliki sintesis komprehensif.. Tujuan: Penelitian ini secara sistematis mensintesis bukti empiris (2020–2024) untuk mengidentifikasi profil non-kognitif yang sesuai dan tidak sesuai pada profesional medis, serta untuk menguji implikasinya terhadap profesionalisme, kinerja klinis, dan perilaku etis.. Metode: Tinjauan sistematis ini mensintesis bukti empiris yang mengidentifikasi profil non-kognitif yang mendukung praktik medis teladan, sekaligus membedakan karakteristik yang sesuai dari yang tidak sesuai yang terkait dengan perilaku etis dan risiko malpraktik. Dengan menggunakan metodologi sistematis berdasarkan literatur empiris (2020–2024), pedoman PRISMA 2020 memastikan pemetaan bukti yang transparan, penilaian kualitas, dan sintesis di seluruh database utama (Scopus, Web of Science, PubMed) mengikuti protokol identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi yang terstandardisasi.. Hasil: Sebagian besar studi yang disertakan bersifat observasional dan didominasi oleh desain potong lintang, dengan heterogenitas metodologis moderat. Kompetensi non-kognitif positif—khususnya empati, resiliensi, kecerdasan emosional, profesionalisme, dan kasih sayang—menunjukkan asosiasi yang konsisten dengan peningkatan perilaku profesional, penurunan burnout, dan peningkatan hasil terkait pasien. Sebaliknya, sifat-sifat maladaptif, termasuk karakteristik Dark Triad, perfeksionisme maladaptif, dan neurotisisme, terkait dengan perilaku tidak etis, konflik interpersonal, dan penurunan kinerja profesional.. Kesimpulan: Profil non-kognitif merupakan penentu penting profesionalisme medis di samping kompetensi kognitif. Meskipun bukti sebagian besar bersifat observasional, temuan ini mendukung integrasi terstruktur penilaian dan pengembangan non-kognitif ke dalam pendidikan kedokteran, seleksi profesional, dan kerangka pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat standar etika dan mengurangi pelanggaran profesional.
Profil non-kognitif merupakan penentu penting kinerja profesional medis di samping kompetensi kognitif.Atribut non-kognitif yang sesuai, termasuk empati, perilaku prososial, altruisme, kejujuran, kerendahan hati, profesionalisme, kecerdasan emosional, sifat kepribadian adaptif (kesadaran, ekstraversi, keterbukaan, keramahan), efikasi diri, resiliensi, spiritualitas, kasih sayang, dan regulasi emosi, secara konsisten terkait dengan peningkatan keselamatan pasien, penurunan kesalahan medis, peningkatan kepuasan, penurunan burnout, dan pengambilan keputusan klinis yang lebih kuat.Sebaliknya, profil yang tidak sesuai seperti sifat Dark Triad, perfeksionisme maladaptif, neurotisisme, perilaku disruptif, sadisme, sinisme, dan egoisme terkait dengan perilaku tidak etis, gangguan kerja tim, dan peningkatan konflik pasien, menunjukkan bahwa banyak pelanggaran profesional berasal dari defisit non-kognitif daripada murni kognitif.
Melihat pentingnya profil non-kognitif dalam profesionalisme medis dan tantangan yang dihadapi, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial. Pertama, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi secara mendalam efektivitas jangka panjang dari program intervensi yang terintegrasi, yang menggabungkan penilaian non-kognitif dalam seleksi calon tenaga medis serta pelatihan berkelanjutan. Studi ini perlu dilakukan dengan desain longitudinal dan multinasional, tidak hanya untuk mengidentifikasi profil non-kognitif yang tepat, tetapi juga untuk secara kausal menguji bagaimana integrasi tersebut memengaruhi tingkat pelanggaran etika dan peningkatan kualitas pelayanan di berbagai sistem kesehatan yang berbeda, misalnya di Asia Tenggara dibandingkan Eropa. Kedua, mengingat temuan mengenai dampak negatif sifat non-kognitif maladaptif seperti Dark Triad, akan sangat relevan untuk menyelidiki bagaimana karakter tersebut, terutama pada posisi kepemimpinan dalam lingkungan klinis, memengaruhi keamanan psikologis tim, budaya organisasi, dan secara spesifik berdampak pada tingkat stres serta kepuasan kerja perawat dan dokter. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami dinamika interpersonal dan dampaknya terhadap keselamatan pasien. Ketiga, perlu adanya studi yang menyelidiki interaksi sinergis antara kompetensi kognitif dan non-kognitif dalam menghadapi skenario klinis yang sangat kompleks atau dilematis secara etis. Misalnya, bagaimana seorang profesional medis dengan kecerdasan emosional tinggi dan penalaran moral yang kuat mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam kasus yang melibatkan konflik nilai pasien atau alokasi sumber daya yang terbatas, dibandingkan dengan mereka yang hanya unggul secara kognitif. Riset ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang mekanisme pengambilan keputusan holistik dalam dunia medis.
| File size | 305.19 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Self assessment dibutuhkan perawat untuk menilai diri sendiri mengenai penerapan patient safety di setiap pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahuiSelf assessment dibutuhkan perawat untuk menilai diri sendiri mengenai penerapan patient safety di setiap pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG 3) Tidak ada hubungan antara umur dengan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. 4) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin3) Tidak ada hubungan antara umur dengan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Dr. 4) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Penelitian dilakukan mulai dari persiapan pasien, pemposisian di dalam gantry, penggunaan marker sebagai penanda titik target, pemilihan parameter teknis,Penelitian dilakukan mulai dari persiapan pasien, pemposisian di dalam gantry, penggunaan marker sebagai penanda titik target, pemilihan parameter teknis,
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi keempat variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap CTDI (p < 0,05), namun tidak menunjukkan pengaruhHasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi keempat variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap CTDI (p < 0,05), namun tidak menunjukkan pengaruh
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi usia dan BMI terhadap Computed Tomography Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP) padaPenelitian ini bertujuan menganalisis korelasi usia dan BMI terhadap Computed Tomography Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP) pada
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik purposive sampling yang berjumlah 35 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukanTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik purposive sampling yang berjumlah 35 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan
MALAHAYATIMALAHAYATI 019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif. Tidak terdapat hubungan antara pendapatan (p-value=0. 997) dengan pemilihan tempat merokok pada019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif. Tidak terdapat hubungan antara pendapatan (p-value=0. 997) dengan pemilihan tempat merokok pada
UNISBAUNISBA Pada tahun 2004 dikeluarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakanPada tahun 2004 dikeluarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan
Useful /
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Artinya, peningkatan sistem informasi keuangan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas laporan keuangan koperasi. Penerapan Sistem Informasi KeuanganArtinya, peningkatan sistem informasi keuangan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas laporan keuangan koperasi. Penerapan Sistem Informasi Keuangan
MALAHAYATIMALAHAYATI Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar 155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisisBerdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar 155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Hasil yang dicapai dari penelitian ini bahwa iklan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat memiliki korelasi yang positif dan signifikan dengan niatHasil yang dicapai dari penelitian ini bahwa iklan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat memiliki korelasi yang positif dan signifikan dengan niat
UNISBAUNISBA Pendekatan dalam ranah hukum pidana dilakukan jika terjadi tindak pidana atau pelanggaran dalam hak cipta tersebut berupa pemalsuan, penggandaan dan pembajakan.Pendekatan dalam ranah hukum pidana dilakukan jika terjadi tindak pidana atau pelanggaran dalam hak cipta tersebut berupa pemalsuan, penggandaan dan pembajakan.