POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM
Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras KesehatanPenelitian ini bertujuan menganalisis korelasi usia dan BMI terhadap Computed Tomography Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP) pada pemeriksaan CT-Scan kepala non-kontras dengan klinis trauma. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 30 sampel pasien dewasa. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata CTDIvol sebesar 65,18 mGy, yang melebihi Diagnostic Reference Level (DRL) nasional BAPETEN (60 mGy). Meskipun demikian, nilai ini konsisten dengan penggunaan protokol “Brain Trauma dan parameter tegangan yang seragam (120 kV). Sebaran CTDIvol 42,4 mGy hingga 103 mGy, menunjukkan homogenitas data dengan nilai rata-rata DLP adalah 1779,97 mGy·cm, jauh melebihi DRL nasional (1275 mGy·cm). Tingginya nilai DLP disebabkan oleh scan length yang dimulai dari vertex hingga vertebrae cervical 7, sesuai SOP rumah sakit untuk penanganan trauma kepala. Uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa usia dan Body Mass Index (BMI) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap CTDIvol (Sig. usia=0,986; Sig. BMI=0,000) maupun DLP (Sig. usia=0,134; Sig. BMI=0,055). Hal ini mengindikasikan bahwa dosis lebih ditentukan oleh protokol teknis yang konsisten dari karakteristik pasien. Temuan DLP yang tinggi menandakan perlunya evaluasi dan optimisasi protokol pemeriksaan untuk menerapkan prinsip ALARA, demi keselamatan pasien tanpa mengorbankan kualitas diagnostik gambar.
Pemeriksaan CT Scan kepala non‑kontras pada trauma menghasilkan rata‑rata CTDIvol 63,68 mGy dan DLP 1753,30 mGy·cm, keduanya melampaui DRL nasional BAPETEN.peningkatan ini dipengaruhi oleh scan length dari vertex hingga vertebra cervical 7 serta slice thickness 0,6 mm.Analisis regresi menunjukkan bahwa usia dan BMI tidak berpengaruh signifikan terhadap CTDIvol maupun DLP, sehingga dosis radiasi lebih dipengaruhi oleh protokol teknis, faktor eksposi, dan panjang pemindaian.Karena 75 % pasien menerima DLP di atas batas DRL, diperlukan penyesuaian protokol, termasuk optimalisasi scan length, slice thickness, dan faktor eksposi, untuk menerapkan prinsip ALARA tanpa mengorbankan kualitas citra.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah penyesuaian scan length menjadi batas vertebra C2, alih-alih C7, dapat secara signifikan menurunkan DLP tanpa mengurangi kemampuan deteksi cedera kritis pada pasien trauma kepala (pertanyaan penelitian: Bagaimana dampak pemotongan scan length hingga C2 terhadap DLP dan akurasi diagnostik?). Selain itu, studi eksperimental dapat mengevaluasi efek penggunaan slice thickness yang lebih tebal (misalnya 2 mm) dibandingkan 0,6 mm pada kualitas citra dan dosis radiasi, untuk menentukan kompromi optimal antara resolusi gambar dan paparan (pertanyaan penelitian: Apakah slice thickness 2 mm dapat mempertahankan kualitas diagnostik yang memadai sambil mengurangi dosis?). Terakhir, penelitian longitudinal dapat mengkaji penerapan algoritma otomatis penyesuaian faktor eksposi (kV dan mAs) berbasis ukuran tubuh pasien (BMI) dalam protokol trauma, guna menilai efektivitasnya dalam menstandardisasi dosis dan menurunkan variasi dosis antar pasien (pertanyaan penelitian: Sejauh mana algoritma penyesuaian eksposi berbasis BMI dapat menstandardisasi dosis CT pada trauma kepala?).
- Evaluasi Dosis CT Scan Kepala Trauma Terhadap Nilai I-DRL | Jurnal Teras Kesehatan. evaluasi dosis... jurnal.politeknikalislam.ac.id/index.php/jutek/article/view/257Evaluasi Dosis CT Scan Kepala Trauma TerhadapA Nilai I DRL Jurnal Teras Kesehatan evaluasi dosis jurnal politeknikalislam ac index php jutek article view 257
- Analisis Kualitas Citra Terhadap Variasi Slice Thickness Pada Pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT... jurnal.poltekmu.ac.id/index.php/lontarariset/article/view/274Analisis Kualitas Citra Terhadap Variasi Slice Thickness Pada Pemeriksaan Computed Tomography Scan CT jurnal poltekmu ac index php lontarariset article view 274
| File size | 857.47 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UHTUHT Komplikasi seperti hipotensi, hipertensi, DDS, kram otot, mual-muntah, dan gatal dapat berdampak signifikan pada kenyamanan dan keselamatan pasien. OlehKomplikasi seperti hipotensi, hipertensi, DDS, kram otot, mual-muntah, dan gatal dapat berdampak signifikan pada kenyamanan dan keselamatan pasien. Oleh
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat. Salah satu gejala yang dialami oleh penderita hipertensiLatar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat. Salah satu gejala yang dialami oleh penderita hipertensi
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL 3. Hasil: Dari 185 studi pada pencarian awal, hanya empat studi kohort yang memenuhi syarat, mencakup analisis 567 pasien dewasa di seluruh dunia. Analisis3. Hasil: Dari 185 studi pada pencarian awal, hanya empat studi kohort yang memenuhi syarat, mencakup analisis 567 pasien dewasa di seluruh dunia. Analisis
MARANATHAMARANATHA Pasien kanker payudara di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menunjukkan sebanyak 57,23 % dengan tipe histopalogi high grade dan 92,81 % dengan tipe histopalogiPasien kanker payudara di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menunjukkan sebanyak 57,23 % dengan tipe histopalogi high grade dan 92,81 % dengan tipe histopalogi
UnwahasUnwahas Glimepirid merupakan obat yang paling sering diidentifikasi sebagai obat tidak tepat, yang mencakup 67,4% dari semua resep obat tidak tepat. PenelitianGlimepirid merupakan obat yang paling sering diidentifikasi sebagai obat tidak tepat, yang mencakup 67,4% dari semua resep obat tidak tepat. Penelitian
POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU Intervensi relaksasi Benson diberikan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri pasien post operasi apendisitisIntervensi relaksasi Benson diberikan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri pasien post operasi apendisitis
MARANATHAMARANATHA Insidensi tertinggi ditemukan pada usia 25-49 tahun, dengan perempuan lebih banyak daripada laki-laki (50,4%). Status perkawinan terbanyak adalah menikahInsidensi tertinggi ditemukan pada usia 25-49 tahun, dengan perempuan lebih banyak daripada laki-laki (50,4%). Status perkawinan terbanyak adalah menikah
MARANATHAMARANATHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinitus dan derajatHasil penelitian menunjukkan bahwa presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinitus dan derajat
Useful /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Pemeriksaan infeksi STH secara kualitatif dapat dilakukan berbagai metode pemeriksaan. Tujuan penelitian adalah identifikasi STH pada pemeriksaan spesimenPemeriksaan infeksi STH secara kualitatif dapat dilakukan berbagai metode pemeriksaan. Tujuan penelitian adalah identifikasi STH pada pemeriksaan spesimen
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaturan parameter teknis lebih sensitif dalam mempengaruhi indeks dosis per irisan (CTDI) dibandingkan dosis totalTemuan ini mengindikasikan bahwa pengaturan parameter teknis lebih sensitif dalam mempengaruhi indeks dosis per irisan (CTDI) dibandingkan dosis total
JOURNAL GABSJOURNAL GABS Penelitian ini menyarankan agar tempat kerja menyediakan basis data pengetahuan yang terpusat dan mudah diakses, menetapkan kebijakan data yang jelas danPenelitian ini menyarankan agar tempat kerja menyediakan basis data pengetahuan yang terpusat dan mudah diakses, menetapkan kebijakan data yang jelas dan
MARANATHAMARANATHA Telah dilakukan ekstraksi benda asing peluru yang berada di kanalis akustikus eksternus sinistra dengan pendekatan endoskopi dan didapatkan sebuah peluruTelah dilakukan ekstraksi benda asing peluru yang berada di kanalis akustikus eksternus sinistra dengan pendekatan endoskopi dan didapatkan sebuah peluru