UNHASAUNHASA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)Hypertension increases the risk of heart disease globally, while running has gained popularity as a preventive measure. However, it can also lead to Exercise-Induced Hypertension (EIH), particularly in middle-aged long-distance runners who exhibit higher EIH levels than other age groups. This study investigates blood pressure variations before and after running within a running community. Utilizing a pre-experimental design with a pre- and post-test approach, the study included respondents over 18 years old, who ran more than 1 kilometer and trained at least twice weekly. A purposive sample of 36 community members was selected. Blood pressure and pulse were measured before and immediately after running. The majority of respondents were male (33.3%), young (52.78%), and non-smokers (72.2%). Findings indicated that running did not significantly affect Systolic Blood Pressure (p>0.05), but it did impact Diastolic Blood Pressure (p<0.05). No significant changes in blood pressure were observed, suggesting EIH (resting blood pressure <140/90 mmHg and maximum during exercise ≥210 mmHg for men and ≥190 mmHg for women). The stable or decreased blood pressure is attributed to metabolic vasodilation during exercise. Continuous blood pressure monitoring is essential to mitigate potential health risks.
This study concluded that running activity did not affect systolic blood pressure but influenced diastolic blood pressure.Blood pressure measurements before and after running in the runner group did not indicate any alarming abnormal responses such as Exercise-Induced Hypertension (EIH).Therefore, continuous blood pressure monitoring is crucial, and individuals should understand the risk factors associated with EIH to facilitate prevention and management.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi respons tekanan darah terhadap aktivitas lari pada komunitas pelari, termasuk mempertimbangkan variasi individu dalam tingkat kebugaran, intensitas latihan, dan karakteristik fisiologis. Selain itu, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara respons tekanan darah saat berolahraga dan risiko kejadian kardiovaskular di masa depan pada pelari, sehingga dapat membantu mengidentifikasi individu yang berisiko tinggi dan memerlukan intervensi lebih lanjut. Terakhir, penelitian intervensi yang berfokus pada strategi untuk mengoptimalkan respons tekanan darah selama berolahraga, seperti program pelatihan yang disesuaikan atau intervensi nutrisi, dapat memberikan wawasan berharga untuk mengurangi risiko EIH dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular pada komunitas pelari.
- Resistance band exercise outperforms low-intensity exercise in reducing BMI, body fat, and blood glucose... journal.unimma.ac.id/index.php/nursing/article/view/12811Resistance band exercise outperforms low intensity exercise in reducing BMI body fat and blood glucose journal unimma ac index php nursing article view 12811
- Peak Blood Pressure Responses During Maximum Cardiopulmonary Exercise Testing | Hypertension. peak blood... ahajournals.org/doi/10.1161/HYPERTENSIONAHA.117.10116Peak Blood Pressure Responses During Maximum Cardiopulmonary Exercise Testing Hypertension peak blood ahajournals doi 10 1161 HYPERTENSIONAHA 117 10116
- Medicine & Science in Sports & Exercise. medicine science sports exercise journals.lww.com/acsm-msse/fulltext/2023/12000/the_biological_basis_of_sex_differences_in.21.aspxMedicine Science in Sports Exercise medicine science sports exercise journals lww acsm msse fulltext 2023 12000 the biological basis of sex differences in 21 aspx
- Exercise characteristics and incidence of abnormal electrocardiogram response in longâdistance... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jch.14359Exercise characteristics and incidence of abnormal electrocardiogram response in longyAAAadistance onlinelibrary wiley doi 10 1111 jch 14359
| File size | 344.36 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Stunting yang paling dominan yang terjadi pada balita adalah permasalahan gagal tumbuh atau weight faltering atau growth faltering. Metode Penelitian menggunakanStunting yang paling dominan yang terjadi pada balita adalah permasalahan gagal tumbuh atau weight faltering atau growth faltering. Metode Penelitian menggunakan
UNHASAUNHASA Penelitian dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Bondowoso, dengan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dipilih menggunakanPenelitian dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Bondowoso, dengan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dipilih menggunakan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP Universitas HKBP Nommensen Medan melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan diPengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP Universitas HKBP Nommensen Medan melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan di
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Anak yang tidak menerima ASI eksklusif atau memiliki ibu dengan riwayat KEK semakin tinggi risiko mengalami stunting. Stunting ini perlu diantisipasi denganAnak yang tidak menerima ASI eksklusif atau memiliki ibu dengan riwayat KEK semakin tinggi risiko mengalami stunting. Stunting ini perlu diantisipasi dengan
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Pelatihan menghasilkan empat produk ramuan tradisional yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu nifas, namun pendaftaran obat tradisional tidak sepenuhnyaPelatihan menghasilkan empat produk ramuan tradisional yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu nifas, namun pendaftaran obat tradisional tidak sepenuhnya
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Standar selama masa nifas dapat semua dilakukan dan diberikan perawatan untuk mengurangi nyeri perineum dan mempercepat penyembuhan luka perineum. KesimpulanStandar selama masa nifas dapat semua dilakukan dan diberikan perawatan untuk mengurangi nyeri perineum dan mempercepat penyembuhan luka perineum. Kesimpulan
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO In present study, we obtained a p value (p-value) of 0. 000, which means that there is a difference before and after being given nutritional interventionIn present study, we obtained a p value (p-value) of 0. 000, which means that there is a difference before and after being given nutritional intervention
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Penelitian bersifat non‑eksperimentalPenelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Penelitian bersifat non‑eksperimental
Useful /
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Multivariate analysis identified healthcare provider support as the dominant factor influencing medication adherence (p=0. 001; OR=5. 289; 95% CI: 1. 929–14.503).Multivariate analysis identified healthcare provider support as the dominant factor influencing medication adherence (p=0. 001; OR=5. 289; 95% CI: 1. 929–14.503).
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Kepuasan pasien adalah hasil dari layanan kesehatan yang baik. Salah satu tujuan peningkatan kualitas layanan kesehatan adalah untuk meningkatkan kepuasanKepuasan pasien adalah hasil dari layanan kesehatan yang baik. Salah satu tujuan peningkatan kualitas layanan kesehatan adalah untuk meningkatkan kepuasan
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Metode pengumpulan data adalah kuesioner yang disebarkan melalui Google Forms, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitianMetode pengumpulan data adalah kuesioner yang disebarkan melalui Google Forms, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kecerdasan buatan dapat membantu dalam aktivitas harian, pemantauan kepatuhan obat, pencegahan risiko jatuh, edukasi kesehatan, serta menentukan kualitasKecerdasan buatan dapat membantu dalam aktivitas harian, pemantauan kepatuhan obat, pencegahan risiko jatuh, edukasi kesehatan, serta menentukan kualitas