UNHASAUNHASA

JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung yang ditandai dengan peningkatan stress oksidatif dan kadar malondialdehid. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.45.952 jiwa penduduk setiap tahun. Kulit bawang merah (Allium sp.) mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang berpotensi untuk pengobatan gastritis. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak etanol kulit bawang merah dalam menurunkan kadar malondialdehid jejunum tikus putih (Rattus norvegicus) model gastritis. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental research dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 tikus dibagi dalam 5 kelompok, yakni kelompok tikus sehat, kelompok tikus gastritis, kelompok terapi ranitidin, kelompok terapi ekstrak kulit bawang merah dosis 100 dan 200 mg/kgBB. Kadar malondialdehid dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar malondialdehid pada kelompok dengan terapi ekstrak kulit bawang merah dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB yaitu penurunan sebesar 52,52% (1,313 ± 0,393) pada dosis 100 mg/kgBB dan 61,69% (1,059 ± 0,264) pada dosis 200 mg/kgBB. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi sebagai agen antioksidan dan antiinflamasi dalam menurunkan kadar MDA pada kondisi gastritis.

Induksi ketorolac dosis 10 mg/kgBB menyebabkan kenaikan kadar malondialdehid (MDA) jejunum tikus putih, menandakan stres oksidatif akibat paparan NSAID.Pemberian ekstrak etanol kulit bawang merah dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB menurunkan kadar MDA secara signifikan, yakni sebesar 52,52% (1,313 ± 0,393) dan 61,69% (1,059 ± 0,264).Penurunan ini hampir setara dengan terapi ranitidine sebesar 63,21% (1,017 ± 0,407).Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan 100 mg/kgBB, mendekati efektivitas ranitidine.Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah memiliki potensi sebagai antioksidan dan anti peradangan dalam memperbaiki kerusakan jejunum pada tikus model gastritis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang ekstrak etanol kulit bawang merah pada model hewan dengan dosis berbeda untuk memastikan keamanannya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara ekstrak kulit bawang merah dengan obat antiinflamasi sintetis dalam mengurangi stres oksidatif. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada identifikasi senyawa aktif dalam ekstrak tersebut menggunakan teknik kromatografi untuk menentukan mekanisme kerjanya secara spesifik.

  1. Pola Penggunaan Analgesik Pasien Bedah Orthopedi di Ruang Gawat Darurat Rs. Ibnu Sina Makassar | Fakumi... doi.org/10.33096/fmj.v2i7.99Pola Penggunaan Analgesik Pasien Bedah Orthopedi di Ruang Gawat Darurat Rs Ibnu Sina Makassar Fakumi doi 10 33096 fmj v2i7 99
  2. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI BANDUNG | Maidartati | Jurnal... doi.org/10.25157/jkg.v3i1.4654FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI BANDUNG Maidartati Jurnal doi 10 25157 jkg v3i1 4654
Read online
File size311.8 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test