DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesArtikel ini menganalisis dinamika kapital simbolik, kehormatan-rasa malu (honor-shame), dan patronase dalam Galatia 2:1-10. Dengan menggunakan metode tafsir sosio-retorika sebagai pendekatan utama, penulis mengintegrasikan teori kapital simbolik Pierre Bourdieu dengan kerangka sosio-kultural honor-shame dan sistem patron-klien dalam dunia Mediterania abad pertama. Tulisan ini berargumen bahwa penolakan Paulus untuk menyunat Titus merupakan sebuah strategi negosiasi simbolik yang membongkar hegemoni religius elite Yerusalem. Melalui analisis innertexture, intertexture, social-cultural texture, dan ideological texture, tubuh Titus tidak sekadar hadir sebagai detail naratif, melainkan sebagai arena pertarungan kapital simbolik, yakni sebuah medium yang dipakai Paulus untuk membalik struktur kehormatan lama dan mendefinisikan ulang legitimasi berdasarkan pewahyuan ilahi dan anugerah, bukan hukum dan ritus. Tulisan ini mencoba menyimpulkan bahwa strategi retoris Paulus dalam Galatia 2:1-10 melakukan pergeseran epistemologis dalam pembentukan komunitas Kristen awal, menggeser pusat kehormatan dari kemurnian etnis dan ritual kepada misi inklusif dan solidaritas etis.
Tubuh Titus yang tidak disunat berfungsi sebagai arena strategis bagi Paulus untuk menegosiasikan ulang otoritas kerasulan, legitimasi komunitas, dan distribusi kehormatan religius.Paulus menggunakan tubuh Titus sebagai kapital simbolik tandingan untuk membalik logika eksklusivitas religius dan menegaskan bahwa keanggotaan dalam umat Allah ditentukan oleh iman dan misi, bukan warisan biologis atau ritual.Perikop ini menjadi manifesto teologis tentang pembebasan tubuh dari penindasan simbolik dan panggilan gereja untuk mengakui patronase ilahi yang membalik sistem manusia, di mana kehormatan dianugerahkan melalui kasih yang memerdekakan.
Pertama, perlu diteliti bagaimana tubuh marginal lainnya dalam narasi Alkitab digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap struktur sosial yang mapan, untuk memahami lebih dalam pola subversi simbolik dalam tradisi Kristen awal. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana konsep patronase Kristologis yang diajukan Paulus diterima atau ditolak dalam berbagai komunitas gereja perdana di luar Yerusalem, guna melihat efektivitas dan adaptasi ideologi baru ini dalam konteks budaya yang berbeda. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang implikasi praktis dari penolakan terhadap simbol-simbol kehormatan tradisional terhadap struktur kepemimpinan dan partisipasi jemaat dalam gereja masa kini, khususnya dalam konteks masyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh sistem honor-shame dan patronase. Penelitian-penelitian ini akan membantu memahami evolusi nilai-nilai keagamaan dari sistem eksklusif menuju inklusi berbasis anugerah, serta relevansinya bagi gereja kontemporer dalam membangun komunitas yang setara dan adil.
| File size | 348.01 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional Islam yang menekankan tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga keunggulan spiritual dan moral. OlehHal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional Islam yang menekankan tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga keunggulan spiritual dan moral. Oleh
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Ushul fikih, dalam kerangka ini, dapat berfungsi sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap fondasi normatif hukum nasional tanpa harus mengklaim supremasiUshul fikih, dalam kerangka ini, dapat berfungsi sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap fondasi normatif hukum nasional tanpa harus mengklaim supremasi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dalam telaah hermeneutik, nilai-nilai seperti husn al-khuluq (akhlak mulia), taawun (kerja sama), dan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) menjadi kunci dalamDalam telaah hermeneutik, nilai-nilai seperti husn al-khuluq (akhlak mulia), taawun (kerja sama), dan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) menjadi kunci dalam
UMSUUMSU Selain itu, 85% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, serta efektif diterapkan dalam mendukung pembelajaranSelain itu, 85% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, serta efektif diterapkan dalam mendukung pembelajaran
NALANDANALANDA Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guruPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Disintegrasi sosial menjadi faktor utama yang mendorong tindakan kriminal di masyarakat, terutama dalam konteks ketimpangan sosial ekonomi. Upaya penanggulanganDisintegrasi sosial menjadi faktor utama yang mendorong tindakan kriminal di masyarakat, terutama dalam konteks ketimpangan sosial ekonomi. Upaya penanggulangan
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, komprehensif, dan berlandaskanHasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan islam adalah rancangan pembelajaran yang sistematis, integratif, komprehensif, dan berlandaskan
DWCUDWCU Pada tahun 1799, VOC bangkrut, dan Pemerintah Belanda menguasai Hindia-Belanda, tetap memisahkan agama Kristen (yang dianggap unggul) dan agama Islam.Pada tahun 1799, VOC bangkrut, dan Pemerintah Belanda menguasai Hindia-Belanda, tetap memisahkan agama Kristen (yang dianggap unggul) dan agama Islam.
Useful /
NALANDANALANDA Dengan demikian, sistem kasta tidak menjadi penghambat pembentukan struktur sosial umat Buddha di Bali. Umat Buddha di Bali tidak terpengaruh oleh sistemDengan demikian, sistem kasta tidak menjadi penghambat pembentukan struktur sosial umat Buddha di Bali. Umat Buddha di Bali tidak terpengaruh oleh sistem
NALANDANALANDA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menguji hubungan antar variabel. Sampel penelitian ini terdiri dari 171Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi untuk menguji hubungan antar variabel. Sampel penelitian ini terdiri dari 171
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Proses internalisasi mahasantri melalui tiga tahap dialektika menurut Peter L. eksternalisasi (penyesuaian diri), objektivasi (interaksi sosial), dan internalisasiProses internalisasi mahasantri melalui tiga tahap dialektika menurut Peter L. eksternalisasi (penyesuaian diri), objektivasi (interaksi sosial), dan internalisasi
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI tanggung jawab kepemimpinan, kejujuran dan keadilan, pendidikan kepemimpinan, kepemimpinan beriman, hubungan pemimpin-pengikut, pemahaman dampak kepemimpinantanggung jawab kepemimpinan, kejujuran dan keadilan, pendidikan kepemimpinan, kepemimpinan beriman, hubungan pemimpin-pengikut, pemahaman dampak kepemimpinan