DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesRelasi antara iman Kristen dan budaya kerap ditandai oleh sikap kecurigaan, khususnya terhadap praktik-praktik religius tradisional yang dianggap bertentangan dengan Injil. Dalam konteks Indonesia, warisan misi Barat turut membentuk pola pikir Kekristenan yang cenderung menilai budaya Timur, termasuk tradisi penghormatan kepada leluhur dalam budaya Tionghoa, sebagai bentuk pemujaan yang harus ditolak. Salah satu praktik yang memunculkan ketegangan teologis tersebut adalah tradisi sembahyang kepada leluhur pada malam Sincia. Paper ini mempertanyakan apakah praktik tersebut harus dipahami semata-mata sebagai pemujaan, ataukah dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan pengingatan yang memiliki resonansi dengan iman Kristen. Dengan menggunakan model budaya tandingan dari Stephen B. Bevans, paper ini melakukan pembacaan kontekstual yang kritis terhadap tradisi penghormatan kepada leluhur. Analisis ini diperdalam melalui konsep anamnesis dalam tradisi iman Kristen, yang memahami tindakan mengingat bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menghadirkannya secara bermakna dalam kehidupan iman masa kini. Melalui dialog dengan pemikiran Stephen B. Bevans dan Aloysius Pieris, paper ini berargumen bahwa penghormatan kepada leluhur tidak serta-merta bertentangan dengan iman Kristen apabila dilepaskan dari dimensi pemujaan dan dibaca sebagai praktik anamnetik. Dengan demikian, paper ini menolak dikotomi sederhana antara iman dan budaya, serta menawarkan kerangka teologi kontekstual yang memungkinkan orang Kristen Tionghoa menghayati iman tanpa menanggalkan identitas kulturalnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi penghormatan leluhur bagi orang Tionghoa dapat menjadi jembatan bagi Gereja untuk menjalankan iman dalam konteks budaya lokal.Melalui model budaya tandingan dan konsep anamnesis, praktik ini dapat dipahami bukan sebagai pemujaan yang bertentangan dengan Injil, melainkan sebagai bentuk pengingatan dan penghormatan yang memiliki resonansi teologis.Dengan demikian, orang Kristen Tionghoa dapat menghayati iman mereka sambil tetap mempertahankan identitas budaya mereka.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa ide penelitian baru dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik penghormatan leluhur dapat diintegrasikan secara kreatif dalam liturgi gereja, sehingga memperkaya pengalaman ibadah bagi umat Kristen Tionghoa. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan tradisi penghormatan leluhur dalam budaya lain, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta memperluas pemahaman tentang relevansi universal konsep anamnesis. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan dengan melibatkan partisipan dari berbagai generasi dan latar belakang sosial ekonomi, untuk memahami secara lebih komprehensif bagaimana makna dan praktik penghormatan leluhur mengalami transformasi seiring waktu dan perubahan sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teologi kontekstual yang lebih inklusif dan relevan dengan realitas kehidupan umat Kristen Tionghoa di Indonesia, serta memperkuat dialog antar iman dan budaya.
| File size | 366.81 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSOJS Perumpamaan ini menampilkan tindakan belas kasihan sebagai pusat dari respons iman yang sejati, menembus batas etnis, agama, dan budaya. Dalam era pendidikanPerumpamaan ini menampilkan tindakan belas kasihan sebagai pusat dari respons iman yang sejati, menembus batas etnis, agama, dan budaya. Dalam era pendidikan
STTSIMPSONSTTSIMPSON Kelima, melayani dengan pengajaran. Ia menekankan pentingnya pengajaran yang benar dan mendalam. Di era informasi yang penuh dengan ajaran palsu, pemimpinKelima, melayani dengan pengajaran. Ia menekankan pentingnya pengajaran yang benar dan mendalam. Di era informasi yang penuh dengan ajaran palsu, pemimpin
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Salah satu isu yang timbul di tahun 2019 ialah tentang Rancangan Undang-Undang Pesantren secara khusus pasal 69 dan 70 yang mengatur tentang KatekisasiSalah satu isu yang timbul di tahun 2019 ialah tentang Rancangan Undang-Undang Pesantren secara khusus pasal 69 dan 70 yang mengatur tentang Katekisasi
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Banyak orang percaya pada masa kini masih memiliki sifat anti-filsafat. Padahal fakta sejarah menunjukkan setiap zaman memiliki tantangan filsafat masing-masing.Banyak orang percaya pada masa kini masih memiliki sifat anti-filsafat. Padahal fakta sejarah menunjukkan setiap zaman memiliki tantangan filsafat masing-masing.
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Sinkretisme menjadi masalah serius bagi gereja karena dapat menyebabkan kaburnya kepercayaan, hilangnya kebenaran mutlak dalam Kristus, dan hambatan pertumbuhanSinkretisme menjadi masalah serius bagi gereja karena dapat menyebabkan kaburnya kepercayaan, hilangnya kebenaran mutlak dalam Kristus, dan hambatan pertumbuhan
STTAASTTAA Gereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannyaGereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannya
STTAASTTAA Sekolah sebagai konteks pendidikan Kristen memainkan peran krusial sebagai tugas publik pendidikan Kristen. Pendidikan harus mampu mengakomodir kebutuhanSekolah sebagai konteks pendidikan Kristen memainkan peran krusial sebagai tugas publik pendidikan Kristen. Pendidikan harus mampu mengakomodir kebutuhan
STTAASTTAA Artikel ini mengeksplorasi tantangan teologi Injili di Indonesia di tengah pergeseran pusat gravitasi Kekristenan global ke arah timur. Penulis mengamatiArtikel ini mengeksplorasi tantangan teologi Injili di Indonesia di tengah pergeseran pusat gravitasi Kekristenan global ke arah timur. Penulis mengamati
Useful /
UNPARUNPAR Trump memposisikan dirinya sebagai simbol Big Other, penyelamat yang mengatasi ancaman dan memulihkan ketertiban. Narasi MAGA meresap ke dalam keinginanTrump memposisikan dirinya sebagai simbol Big Other, penyelamat yang mengatasi ancaman dan memulihkan ketertiban. Narasi MAGA meresap ke dalam keinginan
UNPARUNPAR Penelitian ini membahas isu tersebut melalui kerangka geopolitik Marxis yang memandang ekspansi teritorial sebagai konsekuensi dari logika kapitalismePenelitian ini membahas isu tersebut melalui kerangka geopolitik Marxis yang memandang ekspansi teritorial sebagai konsekuensi dari logika kapitalisme
ABULYATAMAABULYATAMA Hal ini didasarkan pada hasil t-skor yang lebih tinggi dari t-tabel. Nilai t-tabel yang ditemukan adalah 2. 15 dan t-skor adalah 3. 04. Ini berarti hipotesisHal ini didasarkan pada hasil t-skor yang lebih tinggi dari t-tabel. Nilai t-tabel yang ditemukan adalah 2. 15 dan t-skor adalah 3. 04. Ini berarti hipotesis
STTSIMPSONSTTSIMPSON Psikologi, khususnya teori perkembangan, adalah sumber daya yang dapat diakses dalam melengkapi kementerian Kristen dengan melibatkan komunitas sebagaiPsikologi, khususnya teori perkembangan, adalah sumber daya yang dapat diakses dalam melengkapi kementerian Kristen dengan melibatkan komunitas sebagai