STTMWCSTTMWC

HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenHAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Dialog antara budaya dan teologi dalam pendidikan Kristen tidak hanya berkaitan dengan proses pewarisan pengetahuan iman, tetapi juga dengan upaya pembentukan karakter dan transformasi hidup peserta didik di tengah realitas sosial yang kompleks. Studi ini bertujuan mengkaji secara konseptual dinamika hubungan antara konstruksi budaya dan refleksi teologis dalam membentuk model pendidikan Kristen yang bersifat reflektif dan transformatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur reflektif dengan menelaah karya-karya Berger, Durkheim, Barth, Wright, Marsden, Smith, serta sejumlah sumber teologis dan pedagogis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang autentik lahir dari dialog kritis antara diagnosis sosiologis terhadap realitas budaya dan norma teologis yang berakar pada pewahyuan Allah. Integrasi kedua perspektif ini melahirkan pendekatan analisis ganda (dual-track analysis) yang memungkinkan pendidikan Kristen membaca konteks secara realistis sekaligus menuntunnya pada arah transformasi ilahi. Studi ini menawarkan model konseptual pendidikan Kristen berbasis dialog budaya dan teologi yang menumbuhkan iman reflektif, karakter etis, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan pluralisme dan sekularisasi.

Pendidikan Kristen yang sejati berakar pada dialog kritis dan kreatif antara budaya dan teologi sebagai panggilan iman menghadirkan Kerajaan Allah dalam realitas sosial konkret.Dialog ini menjiwai proses pendidikan secara intelektual, spiritual, dan sosial, sehingga pendidikan Kristen menjadi ruang formasi dan transformasi manusia secara utuh.Sintesis sosiologis dan teologis melahirkan model konseptual dual-track analysis yang mengintegrasikan diagnosis sosiologis dan penilaian teologis, serta menawarkan alternatif terhadap pendekatan pendidikan Kristen yang semata-mata kognitif atau teknokratis.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi implementasi model dual-track analysis dalam konteks budaya spesifik seperti masyarakat adat atau komunitas minoritas. Studi kuantitatif tentang dampak pendidikan transformatif terhadap peningkatan kesadaran sosial peserta didik perlu dikembangkan. Selain itu, penting untuk menyusun kerangka kurikulum liturgis yang memadukan praktik rohani dan pembelajaran akademik dalam pendidikan jarak jauh di era digital, serta menguji efektivitas metode dialog antarspiritual dalam penyelarasan nilai budaya dan teologi di sekolah inklusif.

  1. Religion and Culture Education: Understanding the Interplay and Significance | Anugerah : Jurnal Pendidikan... ejournal.aripafi.or.id/index.php/Anugerah/article/view/43Religion and Culture Education Understanding the Interplay and Significance Anugerah Jurnal Pendidikan ejournal aripafi index php Anugerah article view 43
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/kerugma/article/view/428One moment please one moment please wait request verified jurnal sttii surabaya ac index php kerugma article view 428
  3. PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN INKLUSIF DI ERA POST-TRUTH: PENDEKATAN DIALOG INTERSPIRITUAL | Imitatio Christo... doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i1.5PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN INKLUSIF DI ERA POST TRUTH PENDEKATAN DIALOG INTERSPIRITUAL Imitatio Christo doi 10 63536 imitatiochristo v1i1 5
Read online
File size503.47 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test