UNPARUNPAR

Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalJurnal Ilmiah Hubungan Internasional

Konferensi Bandung menandai perubahan penting dalam praktik diplomasi global. Meskipun berdampak besar dalam politik antarnegara, tulisan ini menyoroti elemen lain dari penyelenggaraan Konferensi Bandung, yakni pentingnya pengakuan terhadap inisiatif diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara melalui pendekatan “diplomasi baru (new diplomacy). Berbasis studi literatur dan process tracing, tulisan ini secara khusus mengkaji dan membandingkan strategi dua organisasi yang terkait erat dengan Konferensi Bandung, yaitu Afro-Asian Peoples Solidarity Organization (AAPSO) dan Afro-Asian Journalists Association (AAJA). Artikel ini menunjukkan bagaimana aktivisme transnasional dari aktor non-negara, terutama dalam memanfaatkan kesempatan politik, membangun institusi, dan mensosialisasikan agendanya berkontribusi dalam menciptakan praktik diplomasi alternatif di ranah internasional.

Konferensi Bandung tidak hanya merupakan keberhasilan diplomasi negara, tetapi juga memicu munculnya diplomasi alternatif oleh aktor non-negara.Aktor non-negara dapat memainkan peran penting dalam diplomasi melalui komunikasi lintas batas, advokasi, dan pembentukan jaringan internasional.Keberhasilan diplomasi non-negara bergantung pada kemampuan membaca konteks, membentuk institusi, dan menjaga otonomi geraknya.AAPSO menunjukkan keberhasilan dalam hal ini, sementara AAJA mengalami kegagalan karena terjebak dalam polarisasi ideologis dan kurang adaptif terhadap perubahan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelaah lebih dalam bagaimana aktor non-negara di Asia dan Afrika membangun jaringan solidaritas lintas batas dan bagaimana jaringan tersebut memengaruhi kebijakan negara-negara di kawasan tersebut. Selain itu, perlu diteliti bagaimana dinamika politik domestik di negara-negara berkembang memengaruhi ruang gerak dan efektivitas diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara di Asia dan Afrika dengan diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara di kawasan lain, seperti Amerika Latin atau Eropa, untuk mengidentifikasi pola dan perbedaan dalam praktik diplomasi alternatif di berbagai belahan dunia. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan guna memahami kompleksitas diplomasi kontemporer dan peran penting yang dimainkan oleh berbagai aktor dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat solidaritas global dan mengatasi tantangan-tantangan bersama yang dihadapi oleh umat manusia.

Read online
File size412.45 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test