UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN

Al-KalamAl-Kalam

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang tingkat stress mahasiswa dalam perkuliahan antara input SMA dan mahasiswa input MA, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stress dalam perkuliahan antara mahasiswa input SMA dan mahasiswa input MA. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 mahasiswa yang diambil melalui Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert yang meliputi skala tingkat stress mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yaitu analisis komparasi bivariat dengan uji statistik test “t. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif untuk tingkat stress mahasiswa input SMA diperoleh rata-rata 27,196 dengan kategori rendah dengan presentase 67,67%, dan tingkat stress mahasiswa input MA diperoleh rata-rata 30,03 dengan kategori rendah dengan presentase 81,5%. Adapun statistik inferensial menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat stress antara mahasiswa input MA dan mahasiswa input SMA yaitu thitung < ttabel untuk taraf signifikan 5% maupun 1% (-1,96 > -5,183 < -1,96).

Tingkat stress mahasiswa input SMA dan mahasiswa input MA jurusan Manajemen Pendidikan Islam berada dalam kategori rendah.Terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat stress antara mahasiswa input MA dan mahasiswa input SMA.Mahasiswa input SMA memiliki rata-rata tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa input MA.

Pertama, perlu diteliti faktor-faktor psikologis internal seperti kepribadian atau ketahanan mental yang mungkin memengaruhi respons terhadap stres di antara mahasiswa dari latar belakang pendidikan berbeda. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana lingkungan akademik seperti beban tugas praktikum dan sistem pendukung kampus berkontribusi terhadap stres mahasiswa, serta apakah pengaruhnya berbeda antara mahasiswa lulusan MA dan SMA. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas strategi koping yang digunakan mahasiswa, termasuk perbandingan metode religius, sosial, atau fisik, untuk melihat mana yang paling efektif dalam menurunkan tingkat stres di lingkungan perkuliahan. Temuan dari ketiga penelitian tersebut dapat membantu pihak kampus merancang program kesejahteraan mahasiswa yang lebih personal dan tepat sasaran. Dengan memahami akar penyebab stres dan strategi koping yang efektif, universitas dapat menyediakan intervensi dini bagi mahasiswa yang berisiko tinggi mengalami stres berkelanjutan. Penelitian juga perlu mempertimbangkan dimensi sosioemosi dan spiritual, mengingat konteks universitas Islam, agar pendekatan yang diambil lebih holistik. Melalui pendekatan penelitian yang menyeluruh, institusi dapat menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya menuntut secara intelektual, tetapi juga mendukung kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, pemahaman yang lebih dalam tentang perbedaan latar belakang pendidikan dapat membantu dalam menyusun kurikulum transisi yang memadai bagi mahasiswa baru. Hasil penelitian juga dapat menjadi dasar untuk pelatihan konselor akademik dalam memberikan dukungan psikologis yang sesuai. Dengan demikian, penelitian tindak lanjut tidak hanya menjawab pertanyaan akademis, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup dan prestasi mahasiswa.

Read online
File size522.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test