SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Arsitektur kolonial merupakan gaya arsitektur yang berasal dari percampuran arsitektur Eropa dan melalui proses adaptasi membentuk arsitektur Belanda pada masa Indonesia masih dalam wilayah penjajahan Belanda. Arsitektur kolonial ini beradaptasi dengan lingkungan dan iklim setempat agar menghasilkan bangunan yang sesuai dan nyaman untuk dapat dihuni. Dalam hal ini obyek penelitian adalah hunian rumah tinggal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Kawasan ini merupakan tempat dimana terdapat bangunan-bangunan bersejarah teridentifikasi sebagai Kawasan Peninggalan Bangunan Kolonial Belanda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi keberadaan rumah di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe melalui fasade bangunan yang masih memiliki ciri arsitektur kolonial Belanda. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif melalui observasi langsung pada lokasi penelitian dan wawancara pemilik rumah. Penelitian fokus pada elemen fasade luar rumah yang berkaitan dengan wujud luar bangunan. Identifikasi menghasilkan bahwa delapan rumah hunian di Kecamatan Banda Sakti masih menggunakan ciri arsitektur fasade bangunan kolonial namun 2 diantaranya sudah beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa delapan hunian rumah tinggal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe memiliki ciri khas fasade bangunan kolonial.Beberapa ciri khas bangunan kolonial sudah tidak terlihat lagi dikarenakan perubahan yang dilakukan oleh penghuni rumah.Kedelapan hunian rumah tinggal yang bercirikan arsitektur kolonial ini penting untuk dilestarikan dan didokumentasikan karena masyarakat sekitar belum mengetahui peninggalan pada masa kolonial yang ada di kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelusuri lebih dalam mengenai sejarah sosial dan budaya yang melatarbelakangi desain fasade bangunan kolonial di Lhokseumawe, termasuk pengaruh interaksi antara arsitek Belanda dan masyarakat lokal. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan fasade bangunan kolonial di Lhokseumawe dengan bangunan serupa di kota-kota lain di Indonesia yang juga memiliki sejarah kolonial, untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan yang signifikan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode konservasi yang tepat untuk melestarikan fasade bangunan kolonial di Lhokseumawe, dengan mempertimbangkan aspek teknis, estetika, dan nilai sejarahnya, sehingga bangunan-bangunan ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas kota dan warisan budaya bangsa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian warisan budaya dan pengembangan pariwisata sejarah di Kota Lhokseumawe.

Read online
File size591.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test