STIAP JEMBERSTIAP JEMBER

Majalah Ilmiah Cahaya IlmuMajalah Ilmiah Cahaya Ilmu

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata Silowo Merakurak di Tuban, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada desa wisata Silowo Merakurak. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife, yang menekankan pada elemen-elemen seperti sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan sebagai indikator utama dalam pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penyediaan sumber daya seperti pelatihan keterampilan, akses ke pendidikan, dan perbaikan infrastruktur telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, dengan sekitar 75% masyarakat mengalami peningkatan keterampilan dan akses ekonomi. Namun, masih ada tantangan dalam distribusi kesempatan yang adil, terutama bagi warga di daerah terpencil, serta keterbatasan fasilitas pendukung yang mempengaruhi kenyamanan wisatawan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah memperluas akses pelatihan, memperbaiki infrastruktur dasar, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, agar desa wisata Silowo Merakurak dapat berkembang menjadi desa wisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah telah memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata Silowo Merakurak.Kebijakan yang mendukung penyediaan sumber daya, seperti infrastruktur dan pelatihan, telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola desa wisata secara mandiri.Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah distribusi kesempatan yang adil dan keterbatasan infrastruktur.Untuk mencapai keberlanjutan dan inklusivitas, pemerintah perlu fokus pada perbaikan infrastruktur, perluasan akses pelatihan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pemberdayaan masyarakat dalam konteks pengembangan desa wisata, dengan membandingkan pendekatan yang berbeda dan mengidentifikasi praktik terbaik. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada dampak ekonomi desa wisata terhadap masyarakat lokal, termasuk analisis distribusi pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan. Ketiga, penting untuk mengkaji peran teknologi digital dalam mempromosikan desa wisata dan meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk pemanfaatan platform online untuk pemasaran, pengelolaan informasi, dan komunikasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan inklusif, serta membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.

  1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HENDROSARI MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA LONTAR SEWU | Publika. pemberdayaan... Doi.Org/10.26740/Publika.V9n2.P323-334PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HENDROSARI MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA LONTAR SEWU Publika pemberdayaan Doi Org 10 26740 Publika V9n2 P323 334
  2. Tata Kelola Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tihingan Kabupaten... Doi.Org/10.22334/Jam.V1i1.5Tata Kelola Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tihingan Kabupaten Doi Org 10 22334 Jam V1i1 5
Read online
File size223.28 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test