ALJAMIAHALJAMIAH
Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesKonsep tentang Madhhab dan Persoalan Batas-batasnya. Apakah suatu madhhab itu bagaikan sebuah Kumpulan hukum Islam seperti Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Perdata), sehingga pengikut madhhab tersebut tinggal mengambil hukum tertentu dari Kumpulan hukum Islam tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan? Jawabannya, pada mulanya atau pada dasarnya tidak demikian. Sejak awal — katakanlah sejak masa sahabat — ulama berijtihad (berpikir bebas). Hasil ijtihad itulah yang kemudian kita kenal dengan nama hukum Islam. Sudah barang tentu di sana ada (dalam jumlah yang tidak begitu banyak) ketentuan-ketentuan yang rinci tentang hukum Islam yang sudah disebutkan di dalam al-Quran maupun Hadits. Pada masa tabiin dan tabiut tabiin, istilah kedaerahan untuk menyebutkan suatu madhhab mulai muncul. Pemikiran hukum Islam selalu dikaitkan dengan nama pribadi dari para tokoh, seperti pendapat Umar b. al-Khattab, Aishah Zayd b. Thabit, Ibn Umar, Said b. al-Musayyab, dan lainnya. Baru pada zaman tabiin kecil, terutama generasi Abu Hanifa, Ibn Abi Laylah, Malik, dan al-Awzai, muncul nama madhhab yang dikaitkan dengan daerah — yang disebut Joseph Schacht sebagai ancient schools of law dan Ahmad Hasan sebagai early schools of law — seperti ahl al-Iraq, ahl al-Madina, dan ahl al-Sham. Sejak gerakan yang dilancarkan oleh al-Shafii, sebutan kedaerahan mulai berganti menjadi madhhab perorangan, seperti madhhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali. Namun di dalam madhhab, baik berdasarkan nama kedaerahan maupun perorangan, pendapat pribadi tetap muncul dan berkembang, sehingga terjadi perbedaan pendapat, baik di dalam satu madhhab maupun antar madhhab. Perbedaan ini terus ada meskipun sudah ada usaha pemaduan pendapat seperti yang dilakukan al-Shafii, yang menyatakan bolehnya taqlid kepada dirinya sendiri maupun orang lain, sebagaimana ditegaskan berkali-kali oleh al-Muzani dalam pendahuluan kitab Mukhtasarnya. Karena itu, perlu diajukan pertanyaan kembali tentang konsep madhhab dan batas-batasnya, karena kenyataannya madhhab tidak kaku dan penuh kompromi, melainkan dinamis dan bersifat ekletik. Dengan demikian, konsep madhhab seperti yang selama ini dipahami perlu didefinisikan ulang.
Batas madhhab memiliki banyak ambiguitas karena para fuqaha dari berbagai madhhab menerapkan sikap ekletik serta terus mengembangkan perbedaan pendapat di dalam satu madhhab melalui ijtihad independen.Mereka juga sering mengembangkan ushul al-fiqh dan bahkan mengontradiksi pendapat gurunya, meskipun tetap dianggap pengikut madhhab tertentu.Oleh karena itu, pemahaman terhadap madhhab tidak boleh terpaku pada hasil ijtihad para pendiri madhhab sebagai doktrin kaku, melainkan harus mencakup perkembangan ide, teori, dan metode yang terus berevolusi.
Pertama, perlu diteliti lebih dalam bagaimana proses pergeseran dari madhhab berbasis kedaerahan menjadi madhhab berbasis tokoh utama dalam konteks sosial dan politik masa itu, untuk memahami faktor-faktor non-teologis yang memengaruhi pembentukan aliran hukum Islam. Kedua, penelitian bisa dikembangkan untuk menganalisis sejauh mana ijtihad independen masih dilakukan oleh ulama setelah era penutupan pintu ijtihad, khususnya dalam kasus-kasus hukum yang tidak terdapat dalam kitab rujukan utama madhhab mereka. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif terhadap cara-cara madhhab berbeda menyikapi perubahan sosial, seperti urbanisasi dan globalisasi, untuk melihat apakah adaptasi hukum dilakukan melalui modifikasi ushul al-fiqh atau justru melalui seleksi pendapat (ekletisme) dari dalam maupun luar madhhab mereka.
| File size | 787.57 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam merealisasikan SDG ke-8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pengangguran terdidik di PulauKondisi ini menjadi tantangan serius dalam merealisasikan SDG ke-8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pengangguran terdidik di Pulau
STMA TRISAKTISTMA TRISAKTI Kompensasi tidak hanya dipandang sebagai imbalan material, tetapi juga harus memenuhi prinsip keadilan, kesejahteraan. Penelitian ini mendeskripsikan analisisKompensasi tidak hanya dipandang sebagai imbalan material, tetapi juga harus memenuhi prinsip keadilan, kesejahteraan. Penelitian ini mendeskripsikan analisis
FKPTFKPT Analisis menunjukkan bahwa metode ARAS dan TOPSIS sama-sama efektif dalam menentukan siswa penerima beasiswa berprestasi di SMA 2 Kisaran, dengan alternatifAnalisis menunjukkan bahwa metode ARAS dan TOPSIS sama-sama efektif dalam menentukan siswa penerima beasiswa berprestasi di SMA 2 Kisaran, dengan alternatif
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading, Uji Inner Loading. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading, Uji Inner Loading. Hasil penelitian
UNINDRAUNINDRA Kalkulus merupakan mata kuliah inti yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis mahasiswa, khususnya padaKalkulus merupakan mata kuliah inti yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis mahasiswa, khususnya pada
AMIKOMAMIKOM Terjadi kemajuan dalam pembentukan kebijakan dan penekanan pada jumlah korban. Di sisi lain, terdapat tantangan seperti kurangnya koordinasi antara pemerintahTerjadi kemajuan dalam pembentukan kebijakan dan penekanan pada jumlah korban. Di sisi lain, terdapat tantangan seperti kurangnya koordinasi antara pemerintah
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Maka dari itu, disarankan untuk mengembangkan program kesehatan yang berfokus pada edukasi gizi, termasuk bagi remaja di sekolah, untuk meningkatkan cakupanMaka dari itu, disarankan untuk mengembangkan program kesehatan yang berfokus pada edukasi gizi, termasuk bagi remaja di sekolah, untuk meningkatkan cakupan
STKIP JBSTKIP JB Kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan prosedural, dan kesalahan yang paling sedikit dilakukan siswa adalah kesalahan teknikal. SalahKesalahan yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan prosedural, dan kesalahan yang paling sedikit dilakukan siswa adalah kesalahan teknikal. Salah
Useful /
STIALANSTIALAN Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori digunakan, data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diberikan kepada 91 pegawai ASNPendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori digunakan, data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diberikan kepada 91 pegawai ASN
STMA TRISAKTISTMA TRISAKTI Studi ini menyelidiki apakah konsentrasi portofolio berpengaruh terhadap kinerja investasi pada dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di Indonesia. MenggunakanStudi ini menyelidiki apakah konsentrasi portofolio berpengaruh terhadap kinerja investasi pada dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di Indonesia. Menggunakan
STIALANSTIALAN Komunikasi yang efektif memiliki peran krusial dalam pengambilan keputusan strategis pada organisasi publik, di mana keterbukaan informasi, komunikasiKomunikasi yang efektif memiliki peran krusial dalam pengambilan keputusan strategis pada organisasi publik, di mana keterbukaan informasi, komunikasi
ALJAMIAHALJAMIAH Artikel ini menyoroti bahwa reinvigrasi Islam di Indonesia dipengaruhi oleh perubahan domestik dan internasional, terutama penerimaan asas tunggal olehArtikel ini menyoroti bahwa reinvigrasi Islam di Indonesia dipengaruhi oleh perubahan domestik dan internasional, terutama penerimaan asas tunggal oleh