UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh strategi solve it terhadap kemampuan pemecahan soal cerita pada siswa, dengan memoderasi working memory, inhibitory control, dan shifting. Subjek penelitian adalah 120 siswa SMP yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima pelatihan strategi solve it, sedangkan kelompok kontrol tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi solve it memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan soal cerita pada siswa. Selain itu, working memory, inhibitory control, dan shifting juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara strategi solve it dan kemampuan pemecahan soal cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi solve it dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa, terutama dengan mempertimbangkan aspek-aspek kognitif seperti working memory, inhibitory control, dan shifting.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi solve it memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan soal cerita pada siswa.Working memory, inhibitory control, dan shifting berperan sebagai mediator dalam hubungan antara strategi solve it dan kemampuan pemecahan soal cerita.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa strategi solve it dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam pemecahan masalah, terutama dengan mempertimbangkan aspek-aspek kognitif yang terkait.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran strategi solve it dalam pengembangan kemampuan kognitif siswa dan dapat menjadi dasar untuk intervensi pendidikan yang lebih efektif.
Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan program pelatihan strategi solve it yang lebih komprehensif dan terstruktur untuk siswa, dengan mempertimbangkan aspek-aspek kognitif seperti working memory, inhibitory control, dan shifting. (2) Meneliti efek jangka panjang dari pelatihan strategi solve it pada kemampuan kognitif siswa, terutama dalam hal transfer kemampuan ke berbagai konteks dan situasi. (3) Menganalisis pengaruh strategi solve it pada siswa dengan karakteristik dan latar belakang yang berbeda, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan, untuk memahami apakah ada perbedaan dalam respons terhadap strategi ini.
| File size | 242.7 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan instrumen angket self-confidence dan tes KPMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilaiMetode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan instrumen angket self-confidence dan tes KPMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Jumlah sampel sebanyak 61 siswa, terbagi menjadi 30 siswa kelompok intervensi dan 31 siswa kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, menunjukkan bahwaJumlah sampel sebanyak 61 siswa, terbagi menjadi 30 siswa kelompok intervensi dan 31 siswa kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, menunjukkan bahwa
STISIPOLP12STISIPOLP12 Beberapa aspek yang digunakan dalam analisis secara keseluruhan sudah dijalankan, namun ada beberapa aspek yang masih lemah yaitu pada aspek standar danBeberapa aspek yang digunakan dalam analisis secara keseluruhan sudah dijalankan, namun ada beberapa aspek yang masih lemah yaitu pada aspek standar dan
STIKMKSSTIKMKS Personal hygiene kurang pada anak usia sekolah menimbulkan masalah kesehatan, seperti terjadi gangguan integritas kulit, gangguan mukosa bibir, serta gangguanPersonal hygiene kurang pada anak usia sekolah menimbulkan masalah kesehatan, seperti terjadi gangguan integritas kulit, gangguan mukosa bibir, serta gangguan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Maka berdasarkan hasil penelitian ini, siswa perlu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah Polya. Jika siswa mampuMaka berdasarkan hasil penelitian ini, siswa perlu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah Polya. Jika siswa mampu
PENERBITPENERBIT Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik yang timbul akibat adanya berbagai perbedaan. Melalui penanamanHal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik yang timbul akibat adanya berbagai perbedaan. Melalui penanaman
STKIP JBSTKIP JB Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan matematika, tes berpikir statistis, serta pedoman wawancara. Pengecekan keabsahan data penelitianMetode pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan matematika, tes berpikir statistis, serta pedoman wawancara. Pengecekan keabsahan data penelitian
UNIBAUNIBA Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kecerdasan intelektual dibantu psikolog. Analisis data menggunakan uji statistik Spearmans Rho. HasilPengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kecerdasan intelektual dibantu psikolog. Analisis data menggunakan uji statistik Spearmans Rho. Hasil
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square (PLS) untuk menganalisis penerimaan MOOCs, menggunakan kerangka TechnologyPenelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square (PLS) untuk menganalisis penerimaan MOOCs, menggunakan kerangka Technology
STKIP JBSTKIP JB Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Walisongo. MetodeMetode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Walisongo. Metode
STKIP JBSTKIP JB Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, lokasi penelitian di Mts Negeri 17 Jombang, dengan sumber data manusia dan dokumentasi. TeknikPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, lokasi penelitian di Mts Negeri 17 Jombang, dengan sumber data manusia dan dokumentasi. Teknik
STKIP JBSTKIP JB Subjek menyiapkan fisik dan psikis siswa dalam mengawali pembelajaran dengan menyapa, memberi salam, berdoa, melakukan apersepsi dan memotivasi siswa denganSubjek menyiapkan fisik dan psikis siswa dalam mengawali pembelajaran dengan menyapa, memberi salam, berdoa, melakukan apersepsi dan memotivasi siswa dengan