UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Air yang digunakan untuk budidaya ikan gurami oleh kelompok Tani Ikan Mina Lestari kondisinya sangat keruh mencapai 68 NTU, sehingga oksigen terlarut dalam air hanya mencapai 2,5 mg/L. Persyaratan kekeruhan air tertinggi untuk ikan konsumsi adalah 50 NTU dan kadar oksigen terlarut lebih dari 5 mg/L. Dengan demikian banyak ikan mengalami kematian. Metode untuk menurunkan kekeruhan air dilakukan dengan mengolah air secara elektrokoagulasi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menerapkan proses elektrokoagulasi untuk menurunkan kekeruhan air, sehingga oksigen yang terlarut dalam air semakin meningkat dan menurunkan jumlah kematian ikan gurami di RW 05, Duren Mekar, Depok. Metode yang digunakan adalah survei lokasi, identifikasi masalah, koordinasi mitra, sosialisasi program, pembuatan bak proses elektrokoagulasi, pembuatan pembangkit koagulan, proses elektrokoagulasi, serta evaluasi. Bak proses elektrokoagulasi dibuat dari beton berukuran panjang 3 m, lebar 1,5 m dan tinggi 1,2 m yang dilengkapi satu pipa pralon 4 in untuk saluran air masuk dan tiga pralon 3 in untuk saluran air keluar. Pipa pengeluaran dilengkapi kran pengatur debit air untuk dibagikan ke 15 kolam. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan mengalirkan cairan koagulan 5 liter per menit dari bak pembangkit koagulan menuju bak proses elektrokoagulasi yang dialiri air. Proses elektrokoagasi mampu menurunkan kekeruhan air dari 68 NTU menjadi 43 NTU dan meningkatkan oksigen terlarut dari 2,5 mg/L menjadi 5,6 mg/L serta menurunkan jumlah kematian ikan gurami dari 20 ekor menjadi 5 ekor dari budidaya 100 ekor ikan selama 5 bulan. Kesimpulan proses elektrokoagulasi air kolam mampu menghasilkan air dengan kekeruhan yang memenuhi syarat untuk budidaya ikan gurami.

Proses elektrokoagulasi air kolam terbukti efektif menurunkan kekeruhan air hingga memenuhi standar untuk budidaya ikan gurami.Penerapan teknologi ini berhasil meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air kolam, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pertumbuhan ikan.Dengan demikian, jumlah kematian ikan gurami dapat ditekan secara signifikan, memberikan dampak positif bagi produktivitas kelompok tani ikan Mina Lestari.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi parameter elektrokoagulasi, seperti tegangan, arus, dan waktu proses, untuk mencapai efisiensi penurunan kekeruhan yang lebih tinggi dan meminimalkan biaya operasional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material elektroda alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan, menggantikan penggunaan aluminium yang memiliki potensi dampak negatif terhadap lingkungan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi efektivitas proses elektrokoagulasi dalam menghilangkan polutan lain yang mungkin terdapat dalam air kolam, seperti logam berat atau senyawa organik, sehingga kualitas air yang dihasilkan semakin optimal untuk mendukung pertumbuhan ikan gurami. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengolahan air yang berkelanjutan dan terjangkau bagi para pembudidaya ikan.

Read online
File size680.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test