DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Studi ini menganalisis praktik diplomasi paralel Kota Solo dalam melestarikan budaya daerah melalui Solo International Performing Arts (SIPA) untuk periode 2021-2025. Isu utama yang diperiksa adalah kerangka diplomasi paralel yang kurang optimal, menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional, dan minimnya tindak lanjut kerjasama internasional pasca-acara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan Direktur SIPA, observasi langsung di SIPA 2025, dan studi dokumen resmi dari Disporapar dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Temuan menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Solo bertindak sebagai inisiator, fasilitator, dan koordinator dalam SIPA, memenuhi karakteristik diplomasi paralel melalui inisiatif subnasional, keterlibatan lintas aktor, dan pelestarian identitas lokal. Menggunakan kerangka Brian Hocking, Solo menunjukkan kapasitas untuk bertindak melalui pengambilan keputusan independen, kemampuan untuk mengelola melalui hubungan dengan 8-10 negara peserta setiap tahun, dan kapasitas untuk mempromosikan melalui strategi multi-platform.

Studi ini menyimpulkan bahwa SIPA telah berhasil menciptakan fondasi pelestarian budaya meskipun menghadapi tantangan dalam keberlanjutan program dan institusionalisasi tindak lanjut kerjasama pasca-SIPA.Analisis menggunakan kerangka Brian Hocking mengonfirmasi bahwa Solo memiliki kapasitas penuh dalam diplomasi paralel.kapasitas untuk bertindak terlihat dari kemandiriannya dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk melanjutkan SIPA dalam format online di tengah pandemi tanpa instruksi dari pemerintah pusat.kemampuan untuk mengelola terlihat dari keterlibatan konsisten 8-10 negara peserta setiap tahun dan pengelolaan kompleksitas logistik dan protokol acara internasional.serta kapasitas untuk mempromosikan, yang tercermin dalam strategi komunikasi multi-platform yang telah berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan asing sebesar 12 persen per tahun dan membangun jaringan global dengan Korean Culture Center, Bunko International Performing Arts Market, dan platform internasional lainnya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi promosi yang lebih efektif untuk menarik wisatawan asing dan meningkatkan kesadaran akan budaya Jawa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam pelestarian budaya, seperti penggunaan teknologi digital untuk dokumentasi dan promosi seni tradisional. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari SIPA terhadap regenerasi seniman dan pelestarian budaya Jawa, serta strategi untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.

  1. Vol. 6 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities | Journal of Law, Politic and Humanities.... doi.org/10.38035/jlph.v6i2Vol 6 No 2 2025 JLPH Journal of Law Politic and Humanities Journal of Law Politic and Humanities doi 10 38035 jlph v6i2
Read online
File size338.18 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test