UBHUBH

JURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANJURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk . Teori yang digunakan untuk menganalisis penggunaan bentuk tindak tutur siswa kelas VIII adalah teori yang dikemukakan oleh I Dewi Putu Wijaya dan Muhammad Rohmadi, serta teori pendukung lainnya terkait bentuk tindak tutur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data berupa penggunaan bentuk tindak tutur siswa kelas VIII SMPN 27 Padang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan data. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur ilokusi asertif lebih dominan dibandingkan dengan bentuk tindak tutur direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Selain itu, dalam setiap bentuk tindak tutur ilokusi oleh siswa kelas VIII dalam interaksi di luar proses belajar mengajar dipengaruhi oleh konteks ujaran siswa kelas VIII SMP N 27 Padang sebagai dialog atau interaksi siswa kelas VIII yang ditentukan oleh kemampuan bahasa siswa SMP N 27 Padang.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bentuk tindak tutur yang digunakan oleh siswa kelas VIII SMPN 27 Padang adalah tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif.Bentuk tuturan yang lebih sering digunakan siswa-siswi kelas VIII SMPN 27 Padang adalah bentuk tindak tutur asertif.Penelitian ini menemukan bahwa bentuk tindak tutur ilokusi (asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif) yang digunakan siswa dalam bertutur, lebih cenderung mengarah ke bentuk tindak asertif.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan tindak tutur tertentu oleh siswa, seperti latar belakang sosial, jenis kelamin, atau tingkat kepercayaan diri. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas komunikasi siswa. Kedua, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi bagaimana siswa menggunakan tindak tutur dalam konteks media sosial atau komunikasi daring, mengingat peran penting teknologi dalam kehidupan remaja saat ini. Studi ini dapat mengungkap perbedaan dan persamaan antara komunikasi lisan dan daring, serta implikasinya terhadap pengembangan keterampilan berbahasa siswa. Ketiga, penelitian dapat memperluas cakupan analisis dengan melibatkan partisipan dari berbagai tingkatan kelas atau sekolah, untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan perbedaan dalam penggunaan tindak tutur di berbagai lingkungan pendidikan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pembelajaran bahasa dan peningkatan kualitas komunikasi siswa.

Read online
File size78.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test