SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL
International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan Propensi untuk Berutang di kalangan Pegawai Negeri Sipil (ASN) dan karyawan/pengusaha di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah pengaruh bias perilaku keuangan, emosi, budaya, dan materialisme terhadap kecenderungan untuk berutang, serta bagaimana literasi keuangan, keamanan kerja, dan religiusitas memoderasi hubungan-hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan desain ex post facto yang didukung oleh metode survei kuesioner. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner online yang didistribusikan melalui Google Forms, dengan 400 responden yang dipilih melalui sampling acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias perilaku keuangan, seperti overconfidence dan aversion regret, memiliki efek positif dan signifikan terhadap Propensi untuk Berutang. Emosi dan budaya juga memiliki pengaruh signifikan, di mana impulsivitas emosional dan nilai budaya yang didorong oleh konsumsi mempengaruhi kecenderungan untuk berutang. Materialisme ditemukan memiliki pengaruh yang kuat terhadap keputusan untuk berutang guna memenuhi kebutuhan gaya hidup. Selain itu, efek moderasi literasi keuangan memperkuat hubungan antara bias perilaku keuangan dan Propensi untuk Berutang, menunjukkan bahwa pemahaman keuangan yang lebih baik membantu individu membuat keputusan yang lebih bijaksana. Keamanan kerja juga memperkuat hubungan ini dengan memberikan stabilitas emosional dan keuangan. Di sisi lain, religiusitas melemahkan pengaruh emosi dan materialisme terhadap Propensi untuk Berutang, meskipun pendekatan praktis masih diperlukan untuk memperkuat efek-efek tersebut. Penelitian ini berkontribusi secara akademis dengan memperluas wawasan tentang perilaku keuangan dan pengelolaan utang, serta memberikan implikasi praktis untuk pengembangan program pendidikan keuangan yang efektif yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan di masyarakat Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias perilaku keuangan memiliki efek positif dan signifikan terhadap Propensi untuk Berutang.Emosi dan budaya juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan untuk berutang.Materialisme, yang terkait dengan keinginan untuk memenuhi gaya hidup yang lebih tinggi, mendorong individu untuk berutang guna memenuhi kebutuhan konsumtif.Literasi keuangan memperkuat hubungan antara bias perilaku keuangan dan Propensi untuk Berutang, menunjukkan bahwa pemahaman keuangan yang lebih baik membantu individu membuat keputusan yang lebih bijaksana.Keamanan kerja juga memperkuat hubungan ini dengan memberikan stabilitas emosional dan keuangan.Di sisi lain, religiusitas melemahkan pengaruh emosi dan materialisme terhadap Propensi untuk Berutang, meskipun pendekatan praktis masih diperlukan untuk memperkuat efek-efek tersebut.Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan untuk berutang dan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan utang di masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan program pendidikan keuangan yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat Indonesia. Program ini dapat mencakup modul-modul yang dirancang khusus untuk mengatasi bias perilaku keuangan, seperti overconfidence dan aversion regret. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan pendidikan tentang manajemen emosi dan budaya dalam program pendidikan keuangan, agar individu dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana dan terhindar dari utang yang berlebihan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran religiusitas dalam memperkuat efek moderasi literasi keuangan dan keamanan kerja terhadap Propensi untuk Berutang, serta mengembangkan strategi praktis untuk memperkuat efek-efek tersebut.
| File size | 1 MB |
| Pages | 38 |
| DMCA | Report |
Related /
YAZRIYAZRI Penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum Madrasah Nahdlatul Wathan (NW) antara tahun 1934 dan 1997, meskipun dikembangkan dalam konteks historis tanpaPenelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum Madrasah Nahdlatul Wathan (NW) antara tahun 1934 dan 1997, meskipun dikembangkan dalam konteks historis tanpa
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya mengajar yang lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkontribusi positif terhadap peningkatanPenelitian ini menunjukkan bahwa gaya mengajar yang lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkontribusi positif terhadap peningkatan
SEBISEBI Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah memiliki pengaruh positif terhadap minat menjadi nasabah bank syariah sebesar 39,1%. SedangkanHasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah memiliki pengaruh positif terhadap minat menjadi nasabah bank syariah sebesar 39,1%. Sedangkan
UNISIUNISI Integrasi nilai syura, amanah, dan maslahah menjadi faktor penting dalam menciptakan keputusan yang efektif dan diterima oleh seluruh pihak. PengambilanIntegrasi nilai syura, amanah, dan maslahah menjadi faktor penting dalam menciptakan keputusan yang efektif dan diterima oleh seluruh pihak. Pengambilan
UNESAUNESA Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakterOleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakter
STAI TBHSTAI TBH Menggunakan pendekatan grounded theory, yang dikonstruksi melalui analisis data kualitatif dari 50 mahasiswa semester 4 dan 6. Data dikumpulkan melaluiMenggunakan pendekatan grounded theory, yang dikonstruksi melalui analisis data kualitatif dari 50 mahasiswa semester 4 dan 6. Data dikumpulkan melalui
UINSUNAUINSUNA Dengan pemanfaatan budaya yang ada dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatanDengan pemanfaatan budaya yang ada dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatan
UNPAMUNPAM Pengertian metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah suatu cara atau metode untuk mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja di suatu perusahaanPengertian metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah suatu cara atau metode untuk mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja di suatu perusahaan
Useful /
SEMINAR IDSEMINAR ID Penelitian ini mengembangkan sistem absensi berbasis Android dengan teknologi QR Code yang mampu mencatat kehadiran secara otomatis, akurat, dan instanPenelitian ini mengembangkan sistem absensi berbasis Android dengan teknologi QR Code yang mampu mencatat kehadiran secara otomatis, akurat, dan instan
SEMINAR IDSEMINAR ID Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 47 responden, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSSPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 47 responden, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS
PIPI Penelitian ini menggunakan 260 data laporan keuangan dan laporan keberlanjutan dari perusahaan manufaktur, pertambangan, dan keuangan yang terdaftar diPenelitian ini menggunakan 260 data laporan keuangan dan laporan keberlanjutan dari perusahaan manufaktur, pertambangan, dan keuangan yang terdaftar di
PIPI Oleh karena itu, audit delay bisa menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas hubungan keagenan dalam suatu perusahaan. Profitabilitas berpengaruhOleh karena itu, audit delay bisa menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas hubungan keagenan dalam suatu perusahaan. Profitabilitas berpengaruh