UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Latar Belakang: remaja gizi kurang merupakan masalah gizi yang terjadi di Indonesia, yang penyebabnya karena pola makan yang kurang bervariasi, dengan jumlah yang sedikit dan yang dikonsumsi tidak lengkap kandungan zat gizi mikronya. Pemanfaatan tepung kacang hijau dan daun kelor yang mengandung zat gizi yang kompleks dapat mengatasi masalah gizi kurang. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau dan tepung daun kelor terhadap sifat organoleptik, kadar kalsium, dan zat besi pada produk mie kering. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perbandingan tepung kacang hijau dan tepung daun kelor yaitu F1 (20 g : 15 g), F2 (25 g : 15 g), dan F3 (30 g : 15 g). Uji organoleptik menggunakan 30 panelis, analisis kandungan kalsium menggunakan metode titrasi permanganometri, dan zat besi menggunakan metode Spektrofotometer. Data uji organoleptik diolah menggunakan uji Kruskal Wallis. Data uji kandungan zat besi dan kalsium dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan terdapat pengaruh nyata (p<0,05), maka dianalisis uji Duncan. Hasil: dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada uji organoleptik dari semua formulasi (p>0,05). Hasil analisis kandungan zat besi dan kalsium terdapat perbedaan yang nyata setiap formulasi (p<0,05). Formulasi terpilih (F1) memiliki kandungan zat besi 18,30 mg/100 g, dan kalsium 247,6 mg/100 g. Simpulan: Kandungan zat besi dan kalsium per takaran saji (70 g) mie kering sudah memenuhi %AKG remaja usia 16-18 tahun. Produk mie kering dapat diklaim sebagai makanan tinggi zat besi dan sumber kalsium menurut kategori ALG umum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kacang hijau dan tepung daun kelor tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap uji organoleptik mie kering.Namun, terdapat perbedaan nyata pada kandungan zat besi dan kalsium antar formulasi.Formulasi terpilih (F1) dengan kandungan zat besi 18,30 mg/100 g dan kalsium 247,6 mg/100 g memenuhi kebutuhan zat besi dan kalsium remaja usia 16-18 tahun per takaran saji (70 g).Produk mie kering ini dapat diklaim sebagai sumber zat besi dan kalsium.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memperbaiki organoleptik mie kering, terutama rasa, tekstur, aroma, aftertaste, dan mouthfeel, tanpa mengorbankan kandungan gizi yang tinggi. Selain itu, perlu dilakukan optimasi proses pengovenan dengan menggunakan oven gas yang lebih stabil untuk menghasilkan produk mie kering yang berkualitas optimal. Penelitian lebih lanjut juga dapat difokuskan pada pengembangan formulasi mie kering dengan memanfaatkan varietas kacang hijau dan daun kelor yang berbeda untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan memperbaiki karakteristik sensorik produk. Studi mengenai pengaruh penambahan bahan fortifikasi lain, seperti vitamin dan mineral, juga dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi mie kering dan menjadikannya sebagai solusi pangan fungsional yang efektif untuk mengatasi masalah gizi kurang pada remaja.
| File size | 541.45 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga, sekitar 60% atlet di Indonesia, termasuk atlet pencak silat, belum mendapatkan pendidikan gizi yang memadai,Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga, sekitar 60% atlet di Indonesia, termasuk atlet pencak silat, belum mendapatkan pendidikan gizi yang memadai,
STAK PESATSTAK PESAT PKM ini bertujuan untuk menanamkan sikap kepemimpinan sebagai aspek penting yang perlu ditanamkan sejak masa remaja, terutama dalam konteks gereja lokal.PKM ini bertujuan untuk menanamkan sikap kepemimpinan sebagai aspek penting yang perlu ditanamkan sejak masa remaja, terutama dalam konteks gereja lokal.
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Permasalahan pemberian ASI eksklusif berkaitan dengan rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat tentang ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalahPermasalahan pemberian ASI eksklusif berkaitan dengan rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat tentang ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah
UMJ PremiumUMJ Premium Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk pengambilan data variabel pola konsumsi fast food, sedangkan Physical Activity Level (PAL) digunakanFood Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk pengambilan data variabel pola konsumsi fast food, sedangkan Physical Activity Level (PAL) digunakan
UPI YAIUPI YAI Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan stratified random sampling dan instrumen penelitian menggunakan skala likert. Data kemudianTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan stratified random sampling dan instrumen penelitian menggunakan skala likert. Data kemudian
UPI YAIUPI YAI Berdasarkan hasil analisis ketiga hipotesis alternatif adanya pengaruh signifikan dengan arah positif antara konsep diri dan dukungan sosial teman sebayaBerdasarkan hasil analisis ketiga hipotesis alternatif adanya pengaruh signifikan dengan arah positif antara konsep diri dan dukungan sosial teman sebaya
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Kendala utama yang dihadapi meliputi tidak tersedianya buku siswa PPKN, kurangnya materi budaya, serta kebutuhan penyesuaian asesmen yang memerlukan pengembanganKendala utama yang dihadapi meliputi tidak tersedianya buku siswa PPKN, kurangnya materi budaya, serta kebutuhan penyesuaian asesmen yang memerlukan pengembangan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yaitu usia 10‑19 tahun. Pada masa ini terjadi kematangan reproduksi dengan munculnya tanda‑tandaRemaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yaitu usia 10‑19 tahun. Pada masa ini terjadi kematangan reproduksi dengan munculnya tanda‑tanda
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Berdasarkan analisis harmonisasi regulasi dan komitmen terhadap pengembangan infrastruktur, Indonesia telah melakukan beberapa penyesuaian kebijakan diBerdasarkan analisis harmonisasi regulasi dan komitmen terhadap pengembangan infrastruktur, Indonesia telah melakukan beberapa penyesuaian kebijakan di
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Secara keseluruhan, data menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi dan kelancaran berbicara siswa antara Siklus I dan Siklus II.meskipun masih adaSecara keseluruhan, data menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi dan kelancaran berbicara siswa antara Siklus I dan Siklus II.meskipun masih ada
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Kendala utama dalam mengadopsi teknologi ini adalah kurangnya input, modal, dan motivasi. Kerjasama antara peternak sapi potong sebagai pemangku kepentingan,Kendala utama dalam mengadopsi teknologi ini adalah kurangnya input, modal, dan motivasi. Kerjasama antara peternak sapi potong sebagai pemangku kepentingan,
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma untuk pengendalian kualitas, yang bertujuan untuk meminimalkan cacat dan memaksimalkan nilai tambah produk.Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma untuk pengendalian kualitas, yang bertujuan untuk meminimalkan cacat dan memaksimalkan nilai tambah produk.