STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak

Perkembangan motorik halus anak di PAUD AZ-ZAHRA Lekok Pasuruan masih lemah, hal ini disebabkan pilihan metode dan alat yang digunakan kurang menarik perhatian anak, atau mungkin anak terlalu bosan dengan bahan yang hanya menggunakan bahan-bahan saja. krayon. setiap hari Jadi peneliti ingin menggunakan metode dan bahan baru untuk menyajikan kolase bahan bekas. Bentuk penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang bertujuan supaya meningkatkan keterampilan motorik halus kelompok B atau 20 anak. Bahan penelitian ini disusun melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Pada saat yang sama terjadi kebangkitan siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah membangun motorik halus anak melalui aktivitas leher berbahan baku bahan bekas meningkat pesat.

Berdasarkan pengamatan dan informasi yang diperoleh selama Siklus I dan II, dapat disimpulkan bahwa keterampilan motorik halus anak pada usia dini memerlukan perhatian, karena keterampilan motorik halus mendukung segala sesuatu yang dilakukan anak.Pembentukan motorik halus anak setelah Siklus II meningkat sangat signifikan, hampir semua anak mampu menyelesaikan tugas mengisi pola (kolase) dan mampu menyelesaikan tugasnya sendiri dengan benar.Dengan adanya kegiatan kolase (mengisi pola), mampu meningkatkan perkembangan motorik halus anak, karena dengan mengisi pola tersebut juga melatih otot-otot kecil seperti jari dan tangan yang seringkali meningkatkan kecerdasan dan koordinasi tangan-mata.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, guru dapat memanfaatkan potensi yang ada pada anak dan lingkungan sekitar anak untuk melatih keterampilan motorik halus anak. Misalnya, guru dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan memanfaatkan lingkungan untuk mengisi pola (kolase) dengan bahan-bahan olahan dan bekas seperti kaleng, cangkang telur, dan majalah bekas. Kedua, guru memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatan praktik langsung sehingga keterampilan motorik halus anak berkembang dengan baik.

  1. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus dengan Bahan Bekas Pada Anak Usia Dini | Educative: Jurnal Ilmiah... doi.org/10.37985/educative.v1i1.3Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus dengan Bahan Bekas Pada Anak Usia Dini Educative Jurnal Ilmiah doi 10 37985 educative v1i1 3
Read online
File size201 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test