STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kompetensi guru dan budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Gugus Paud AH. Nasution merupakan platform koordinasi bagi berbagai lembaga PAUD, seperti TK, KB, SPS serta TPA, yang beroperasi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan rumus statistik untuk analisis data. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak kompetensi guru dan budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru di Gugus Paud AH. Nasution Kota Probolinggo. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang berpengaruh adalah variabel budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan, variabel kompetensi guru terhadap kinerja guru. Sedangkan variabel lain tidak mempunyai pengaruh seperti variabel kompetensi guru terhadap kualitas pendidikan, variabel kinerja guru terhadap kualitas pendidikan, variabel budaya sekolah terhadap kinerja guru, variabel kompetensi guru terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru dan variabel budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru.

Kompetensi guru, budaya sekolah, kinerja guru, dan kualitas pendidikan di Gugus PAUD AH.Nasution Kota Probolinggo berada dalam kategori sangat baik.Budaya sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan, sedangkan kompetensi guru tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kualitas pendidikan.Kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, namun kinerja guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan, dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung kompetensi guru maupun budaya sekolah terhadap kualitas pendidikan melalui kinerja guru.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana peran kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah dalam menetralisir pengaruh kompetensi guru terhadap kualitas pendidikan di PAUD, apakah kurikulum yang terlalu kaku justru membatasi inovasi guru atau justru menjadi penyeimbang dalam kualitas layanan pendidikan. Kedua, penting untuk menggali mengapa budaya sekolah tidak berdampak signifikan terhadap kinerja guru, apakah karena budaya tersebut hanya bersifat formal dan tidak diinternalisasi oleh guru, ataukah faktor lain seperti sistem evaluasi kinerja yang kurang mengakomodasi nilai-nilai budaya yang ada. Ketiga, perlu dikaji bagaimana mekanisme kerja Gugus PAUD AH. Nasution dalam membangun kolaborasi antar lembaga, apakah wadah koordinasi ini sudah efektif menciptakan lingkungan profesional yang saling mendukung atau masih terbatas pada kegiatan administratif semata. Penelitian lanjutan bisa mengamati dinamika interaksi antar guru dan kepala lembaga dalam gugus, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi untuk memperkuat budaya sekolah secara kolektif. Selain itu, studi tentang pengaruh faktor eksternal seperti keterlibatan orang tua dan komite sekolah terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan juga layak diusulkan, mengingat konteks PAUD yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial anak. Penelitian yang mengintegrasikan aspek psikologis guru, seperti motivasi dan kepuasan kerja, juga dapat memberikan wawasan lebih dalam terhadap fenomena kinerja yang tidak berdampak langsung pada kualitas pendidikan.

  1. Manfaat dan Kesehatan - IAIN PWT. manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat... doi.org/10.24090/jk.v7i2.3517Manfaat dan Kesehatan IAIN PWT manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat doi 10 24090 jk v7i2 3517
  2. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Risalatul Mu’awanah Dan Relevansinya | Harimulyo | Jurnal... doi.org/10.32528/ipteks.v6i1.5253Nilai Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Risalatul MuAoawanah Dan Relevansinya Harimulyo Jurnal doi 10 32528 ipteks v6i1 5253
Read online
File size299.97 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test