BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala IlmiahPendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diberikan kepada anak-anak yang berusia antara 0-8 tahun. Salah satu cara untuk membantu anak usia dini meningkatkan keterampilan motorik halus mereka adalah dengan melipat kertas atau membuat origami. Salah satu masalah yang dihadapi guru di kelompok B RA As-Salam Ambon adalah kurangnya kemampuan melipat kertas. Berdasarkan kondisi ini, penelitian ini membahas bagaimana kegiatan origami dapat meningkatkan keterampilan motorik halus di kelompok B RA As-Salam Ambon, seberapa besar pengaruh kegiatan origami terhadap peningkatan keterampilan motorik halus, dan seberapa besar pengaruh kegiatan origami terhadap peningkatan keterampilan motorik halus. Studi ini menerapkan penelitian tindakan kelas.
Dari hasil penelitian ini, motorik halus anak dapat dilatih dengan melipat kertas atau origami.Mereka dapat belajar membuat lipatan dan bentuk yang dicontohkan oleh guru dan kemudian melipat sendiri dengan lipatan yang berbeda.Kegiatan melipat kertas ini juga dapat diperluas dengan berbagai bentuk dan dihiasi dengan hiasan tambahan, seperti menggambar di sekitar lipatan.Anak-anak juga dapat membuat coretan dengan cat air pada kertas lipat.Dengan demikian, kemampuan yang dimiliki oleh anak akan muncul dengan sendirinya.Untuk menjadi lebih mahir dalam melipat kertas dan membuat origami, guru dan anak harus sering mengajarkan anak didiknya teknik melipat.Guru juga harus memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana yang baik.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh origami terhadap aspek perkembangan anak lainnya, seperti kreativitas dan kemampuan problem-solving. Hal ini penting karena origami tidak hanya melatih motorik halus, tetapi juga merangsang imajinasi dan kemampuan berpikir anak. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok usia anak usia dini untuk mengetahui efektivitas origami pada rentang usia yang berbeda. Dengan demikian, dapat diketahui kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan origami kepada anak-anak. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran origami yang lebih inovatif dan menarik bagi anak-anak, misalnya dengan mengintegrasikan origami dengan materi pembelajaran lainnya. Dengan demikian, origami dapat menjadi media pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak.
| File size | 349.58 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ISTAZISTAZ Kegiatan pendampingan guru PAUD ini harapannya mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak satuan di Kabupaten Gresik dan seluruh pendidik maupun tenagaKegiatan pendampingan guru PAUD ini harapannya mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak satuan di Kabupaten Gresik dan seluruh pendidik maupun tenaga
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi berjumlah 107 siswa Fase E tahun ajaran 2024/2025, dengan sampel purposive 35 siswa kelasPenelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi berjumlah 107 siswa Fase E tahun ajaran 2024/2025, dengan sampel purposive 35 siswa kelas
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penelitian di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V menunjukkan bahwa finger painting berkontribusi pada peningkatan fisik motorik halus siswa kelompokPenelitian di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V menunjukkan bahwa finger painting berkontribusi pada peningkatan fisik motorik halus siswa kelompok
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Pembentukan motorik halus anak setelah Siklus II meningkat sangat signifikan, hampir semua anak mampu menyelesaikan tugas mengisi pola (kolase) dan mampuPembentukan motorik halus anak setelah Siklus II meningkat sangat signifikan, hampir semua anak mampu menyelesaikan tugas mengisi pola (kolase) dan mampu
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, adapun subyek dalam penelitian ini yaitu anak Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Lekok. BerdasarkanPenelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, adapun subyek dalam penelitian ini yaitu anak Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Berdasarkan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Strategi eksplorasi ini menggunakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pada masing-masing siklus dilakukanStrategi eksplorasi ini menggunakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pada masing-masing siklus dilakukan
UINSIUINSI Guru perlu memiliki kemampuan berkreativitas dan wawasan luas untuk menstimulus aspek perkembangan motorik halus anak pada kegiatan finger painting. PenelitianGuru perlu memiliki kemampuan berkreativitas dan wawasan luas untuk menstimulus aspek perkembangan motorik halus anak pada kegiatan finger painting. Penelitian
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Alasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karenaAlasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karena
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS Versi 23 dan uji statistik menggunakan metode Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square,Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS Versi 23 dan uji statistik menggunakan metode Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square,
UINSIUINSI Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pentingnya pengasuhan berbasis budaya dalam pendidikan Islam anak usia dini, memberikan wawasan untuk pengembanganKontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pentingnya pengasuhan berbasis budaya dalam pendidikan Islam anak usia dini, memberikan wawasan untuk pengembangan
UINSIUINSI Penelitian ini melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sebesar 5% pada presentasePenelitian ini melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sebesar 5% pada presentase
UNDIKMAUNDIKMA The subject of this research was X grade students of SMKN 2 Lingsar, which consisted of 19 students. This research was conducted in two cycles. The instrumentsThe subject of this research was X grade students of SMKN 2 Lingsar, which consisted of 19 students. This research was conducted in two cycles. The instruments