UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Meningioma maligna (MM) adalah tumor agresif yang jarang terjadi dan dikaitkan dengan hasil kelangsungan hidup yang buruk. Karena kelangkaannya, terdapat data terbatas tentang hasil dan faktor prognostik pasien MM, khususnya peran terapi radiasi adjuvan dalam populasi tumor ini. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki karakteristik klinis, faktor prognostik, dan hasil kelangsungan hidup pasien MM dengan fokus pada manfaat kelangsungan hidup terapi radiasi adjuvan. Studi kohort retrospektif ini menganalisis 19 pasien MM yang awalnya menjalani radioterapi pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Dr. Kariadi, Semarang, dari tahun 2013 hingga 2023. Analisis Kaplan-Meier digunakan untuk memperkirakan tingkat kelangsungan hidup pada 1, 2, dan 5 tahun. Analisis regresi Cox univariat dan multivariat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan kelangsungan hidup secara keseluruhan (OS). Variabel dengan nilai p ≤0,25 dalam analisis univariat dimasukkan ke dalam model multivariat. Tingkat OS median adalah 16 bulan (95% CI 0,0–40,2), dengan tingkat kelangsungan hidup 1, 2, dan 5 tahun diperkirakan masing-masing 52,6%, 42,1%, dan 15,8%. Terapi radiasi adjuvan (RDT) dikaitkan dengan peningkatan OS yang signifikan (p<0,001). Namun, jenis kelamin, usia, lokasi tumor, dan tingkat reseksi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan OS. Regresi Cox menunjukkan bahwa RDT tidak memiliki efek yang signifikan secara statistik pada OS dalam model multivariat (HR=0, 95% CI 0–1,8, p=0,923). Terapi radiasi adjuvan penting untuk meningkatkan OS pada pasien MM, dan reseksi total kasar (GTR) saja tidak menjamin hasil jangka panjang yang lebih baik. Studi lebih lanjut dengan kohort yang lebih besar dan analisis molekuler diperlukan untuk menyempurnakan strategi pengobatan untuk MM.

Terapi radiasi adjuvan penting untuk meningkatkan OS pada pasien MM, dan reseksi total kasar (GTR) saja tidak menjamin hasil jangka panjang yang lebih baik.Studi lebih lanjut dengan kohort yang lebih besar dan analisis molekuler diperlukan untuk menyempurnakan strategi pengobatan untuk MM.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi biomarker molekuler spesifik yang dapat memprediksi respons terhadap terapi radiasi pada pasien MM. Hal ini dapat membantu dalam personalisasi pengobatan dan pemilihan terapi yang paling efektif untuk setiap pasien. Kedua, penelitian prospektif dengan desain uji klinis acak diperlukan untuk membandingkan efektivitas berbagai rejimen radioterapi, termasuk teknik intensitas termodulasi (IMRT) dan radioterapi partikel berat, dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas hidup pasien MM. Ketiga, penelitian longitudinal yang berfokus pada evaluasi efek jangka panjang dari terapi radiasi pada fungsi kognitif dan kualitas hidup pasien MM sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen pasien dan meminimalkan dampak sampingan yang mungkin timbul.

  1. Universa Medicina. survival benefits adjuvant radiotherapy malignant meningioma cohort study universa... doi.org/10.18051/UnivMed.2025.v44.318-327Universa Medicina survival benefits adjuvant radiotherapy malignant meningioma cohort study universa doi 10 18051 UnivMed 2025 v44 318 327
Read online
File size594.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test