STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak

Eksplorasi ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui media plastisin di Paud Al – Firdaus. Strategi eksplorasi ini menggunakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pada masing-masing siklus dilakukan dengan dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini yaitu 16 anak Paud Al – Firdaus yang terdiri dari 7 siswa dan 9 siswi. Strategi pengumpulan informasi dilakukan melalui persepsi dan dokumentasi. Strategi penyelidikan informasi dilakukan dengan cara subyektif. Hasil eksplorasimenyatakan bahwa media plastisin dapat bekerja pada peningkatan motorik halus anak. Sebelum penelitian ini dimulai, secara keseluruhan tidak ada anak yang tumbuh kembang dengan baik. Setelah dilakukan kegiatan pada siklus pertama, peningkatan kemampuan motorik halus anak bertambah sebanyak 4 anak dengan taraf 25%, dan pada siklus II bertambah menjadi 11 anak dengan taraf 69% dengan kaidah sangat maju (BSB). Dalam memanfaatkan media plastisin, guru mengenalkan bagaimana bentuk plastisin, kemudian anak dapat mencoba berlatih bersama teman-temannya.

Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan imajinatif anak menunjukkan peningkatan signifikan dari 50% pada siklus satu menjadi 85% pada siklus kedua.Peningkatan ini didorong oleh penggunaan plastisin yang menarik (berwarna cerah dan harum), pemberian penghargaan yang lebih dari sekadar pujian, serta panduan yang jelas dari guru.Oleh karena itu, bermain plastisin terbukti efektif dalam mengembangkan fisik motorik halus dan daya cipta anak usia 3-4 tahun di kelompok A Paud Al-Firdaus.

Penelitian yang telah dilakukan ini menunjukkan bahwa media plastisin sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3-4 tahun. Namun, untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana mendukung perkembangan anak secara optimal, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas media plastisin dengan media stimulasi motorik halus lainnya yang juga populer di Pendidikan Anak Usia Dini, seperti pasir kinetik, adonan bermain buatan sendiri (playdough DIY), atau kegiatan meronce sederhana. Perbandingan ini dapat membantu para pendidik dan orang tua mengidentifikasi media mana yang memberikan hasil terbaik atau kombinasi media apa yang paling optimal untuk berbagai karakteristik anak. Kedua, mengingat pentingnya motorik halus sebagai dasar kesiapan menulis dan perkembangan kognitif, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi bermain plastisin terhadap kemampuan pra-menulis anak, pengenalan bentuk, serta keterampilan pemecahan masalah. Hal ini akan memberikan gambaran lebih holistik tentang kontribusi plastisin tidak hanya pada motorik fisik, tetapi juga pada aspek kognitif yang lebih luas. Ketiga, mengingat peran krusial guru dalam keberhasilan stimulasi ini, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi model pelatihan guru yang inovatif mengenai penggunaan plastisin dan media serupa, termasuk cara memberikan petunjuk yang bervariasi, menciptakan suasana bermain yang lebih imajinatif, dan sistem penghargaan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan motorik halus dapat secara signifikan meningkatkan capaian perkembangan anak. Dengan demikian, kita dapat terus menemukan cara-cara yang paling efektif dan menyenangkan untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

  1. Permainan Lilin Plastisin Sebagai Stimulasi Motorik Halus Anak dalam Persiapan Menulis | Indonesian Journal... doi.org/10.33753/ijse.v3i3.111Permainan Lilin Plastisin Sebagai Stimulasi Motorik Halus Anak dalam Persiapan Menulis Indonesian Journal doi 10 33753 ijse v3i3 111
Read online
File size186.87 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test