UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Imara: Jurnal Riset Ekonomi IslamImara: Jurnal Riset Ekonomi Islam

Latar Belakang. Industri fesyen Muslim global telah berkembang pesat, didorong oleh peningkatan permintaan akan produk halal dan etis. Namun, Indonesia meskipun merupakan negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia belum berhasil menerjemahkan potensi demografis dan industri menjadi daya saing global yang kuat, karena terdapat kendala struktural dalam ekosistem fesyen Muslim nasional. Tujuan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji faktor‑faktor utama yang membatasi daya saing global fesyen Muslim Indonesia dari perspektif mikroekonomi Islam, dengan penekanan khusus pada bagaimana nilai‑nilai ekonomi berbasis syariah (tidak) terintegrasi dalam rantai nilai industri. Metode. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini mengandalkan tinjauan sistematis literatur akademik, laporan industri global, serta dokumen kebijakan dan perdagangan yang terkait dengan industri halal dan fesyen Muslim. Material yang dikumpulkan dianalisis melalui analisis dokumen untuk mengidentifikasi pola kebijakan, pasar, dan rantai nilai yang berulang yang relevan dengan prinsip mikroekonomi Islam. Hasil. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan daya saing Indonesia terkait dengan (1) kerangka kebijakan yang terfragmentasi dan memperlakukan halal terutama sebagai kepatuhan administratif, bukan sebagai sektor kompetitif dalam industri fesyen.

Penelitian menyimpulkan bahwa rendahnya daya saing fesyen Muslim Indonesia di pasar global disebabkan oleh kegagalan sistemik dalam mengintegrasikan prinsip mikroekonomi Islam ke dalam praktik industri, bukan oleh keterbatasan sumber daya atau kapasitas produksi.Fragmentasi kebijakan, desain yang tidak selaras dengan kebutuhan pasar global, branding halal yang lemah, serta inefisiensi jaringan distribusi menjadi faktor utama yang menghambat kinerja industri.Akibatnya, prinsip ihsan, amanah, dan taawun belum terinstitusionalisasi secara efektif, sehingga tujuan maqasid al‑shariah seperti hifzh al‑mal dan hifzh al‑din belum tercapai optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan nasional yang terintegrasi antara regulasi halal dan strategi ekspor dapat meningkatkan daya saing industri fesyen Muslim Indonesia, dengan membandingkan kerangka kebijakan Indonesia dengan negara‑negara yang berhasil seperti Turki. Selanjutnya, diperlukan studi empiris mengenai efek inkubator fesyen Muslim berbasis prinsip ihsan terhadap inovasi desain dan kinerja ekspor, misalnya dengan menguji pilot program inkubator yang menggabungkan pelatihan desain global dan sertifikasi halal. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki efektivitas jaringan koperasi ekspor berbasis taawun bagi UMKM fesyen Muslim dalam mengurangi biaya logistik dan memperluas akses pasar internasional, melalui analisis kasus koperasi yang telah beroperasi dan evaluasi dampaknya terhadap volume ekspor serta kepuasan konsumen.

  1. Ethics: Response to Chenhall, Senior and Belton, AT 27(5) (Respond to this article at http://www.therai.org.uk/at/debate)... rai.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1467-8322.2012.00889.xEthics Response to Chenhall Senior and Belton AT 27 5 Respond to this article at www therai uk at debate rai onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1467 8322 2012 00889 x
  2. DOI Name 10.13140 Values. name values index type timestamp data admin handle delete modify list serv... doi.org/10.13140DOI Name 10 13140 Values name values index type timestamp data admin handle delete modify list serv doi 10 13140
Read online
File size743.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test