HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG

Jurnal Kesehatan Husada GemilangJurnal Kesehatan Husada Gemilang

Bayi BBLR mengalami masalah karena imaturitas organ tubuhnya, kondisi lingkungan luar rahim yang berbeda dengan kondisi rahim menimbulkan stress sehingga berdampak pada kondisi fisiologisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian cahaya redup terhadap frekuensi nadi pada bayi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan rancangan pre-test and post- test without control. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi 5%, sehingga diperoleh 29 responden. Diberikan terapi cahaya redup intensitas cahaya <50 lux. Uji statistik dengan Wilcoxon test. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa nilai P value < α ( 0,05) yaitu 0,000 pada tingkat kepercayaan 95%, usia bayi paling banyak 10 hari dan 15 hari. Rata-rata frekuensi nadi sebelum terapi cahaya redup 167.69 dan rata- rata fekuensi nadi sesudah terapi cahaya redup 138.52. Kesimpulan Terdapat pengaruh pemberian cahaya redup terhadap frekuensi nadi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2025 dengan P value 0,000. Sehingga cahaya redup dapat dipakai sebagai terapi komplementer dalam praktek kebidanan di Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan.

Terdapat pengaruh pemberian cahaya redup terhadap frekuensi nadi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Tahun 2025 dengan P value 0,000.Sehingga cahaya redup dapat dipakai sebagai terapi komplementer dalam praktek kebidanan di Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis yang mendasari pengaruh cahaya redup terhadap penurunan frekuensi nadi pada bayi BBLR, dengan fokus pada interaksi antara cahaya, sistem saraf otonom, dan regulasi kardiovaskular. Kedua, penelitian perlu dilakukan untuk menginvestigasi efek jangka panjang dari terapi cahaya redup pada perkembangan neurologis dan kognitif bayi BBLR, termasuk potensi dampaknya terhadap kualitas tidur, kemampuan belajar, dan fungsi eksekutif. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) diperlukan untuk memvalidasi efektivitas terapi cahaya redup sebagai intervensi standar dalam perawatan bayi BBLR di NICU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti intensitas cahaya, durasi paparan, dan karakteristik bayi.

Read online
File size284.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test