UNISBAUNISBA

Matematika: Jurnal Teori dan Terapan MatematikaMatematika: Jurnal Teori dan Terapan Matematika

Penelitian dilakukan di RAR Azkia Padalarang Bandung Barat dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas optimal bahan baku dalam setiap kali pembelian/pemesanan (EOQ). Data dikumpulkan dengan metode wawancara, dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah pemesanan dalam satu tahun (2015) adalah sebanyak 115.000 Kg dengan rata-rata per bulan adalah 9583,33 kg dibulatkan 9583 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah optimal pemesanan atau pembelian bahan baku untuk satu kali pesan adalah 8522,579 kg dibulatkan 8523 kg. Frekuensi pembeliannya adalah 14 kali, daur pemesanannya adalah 26-27 hari, dan terdapat selisih jumlah pemesanan 1060 kg per tahun.

Pengendalian bahan baku penting bagi setiap usaha bisnis.Tujuan pengendalian bahan baku adalah untuk mengetahui kuantitas optimal dalam setiap kali pembelian bahan baku (EOQ).Data pemesanan bahan baku dalam satu tahun (2015) adalah sebanyak 115000 kg dengan rata-rata perbulan adalah 9583,33 kg dibulatkan 9583 kg.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah optimal pemesanan atau pembelian bahan baku untuk satu kali pesan adalah 8522,579kg dibulatkan 8523 kg.Ada selisih jumlah pemesanan 1060 kg per-tahun.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku di RAR Azkia Padalarang. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model peramalan permintaan yang lebih akurat, misalnya dengan menggunakan metode time series yang lebih kompleks atau mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti tren mode dan promosi. Hal ini akan membantu perusahaan dalam memprediksi kebutuhan bahan baku dengan lebih tepat, sehingga dapat mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan persediaan. Kedua, penelitian dapat mengkaji penerapan sistem inventory management yang lebih canggih, seperti just-in-time (JIT) atau vendor-managed inventory (VMI), yang memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan tingkat persediaan dan mengurangi biaya penyimpanan. Penerapan sistem ini memerlukan koordinasi yang erat dengan pemasok, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja pemasok secara berkala. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi informasi, seperti barcode atau RFID, untuk melacak pergerakan bahan baku secara real-time dan meningkatkan akurasi data persediaan. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang kondisi persediaan, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan persediaan.

Read online
File size173.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test