POLTEKMUPOLTEKMU

Jurnal MedikaJurnal Medika

Radiografer memiliki peran penting dalam bidang radiologi kesehatan dan berpotensi terpapar radiasi yang dapat memengaruhi jumlah jenis leukosit dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hitung jenis leukosit pada radiografer di rumah sakit kota Makassar secara mikroskopik dengan metode pewarnaan May Grunwald Giemsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel, 1 sampel normal, sedangkan 9 sampel lainnya mengalami peningkatan eosinofil dan limfosit, serta penurunan neutrofil. Perubahan hitung jenis leukosit pada radiografer diduga dipengaruhi oleh lama paparan radiasi dan dosis radiasi yang diterima.

Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar radiografer yang diteliti menunjukkan perubahan pada hitung jenis leukosit mereka, yaitu peningkatan eosinofil dan limfosit, serta penurunan neutrofil.Perubahan ini mengindikasikan adanya potensi dampak paparan radiasi terhadap sistem imun radiografer.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko radiasi dan menerapkan protokol keselamatan yang ketat untuk melindungi kesehatan radiografer.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi hubungan antara dosis radiasi kumulatif yang diterima radiografer dengan perubahan hitung jenis leukosit secara lebih mendalam. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan hitung jenis leukosit antara radiografer dengan paparan radiasi tinggi dan kelompok kontrol yang tidak terpapar radiasi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari perubahan hitung jenis leukosit akibat paparan radiasi, termasuk analisis ekspresi gen terkait imun dan inflamasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak radiasi terhadap kesehatan radiografer dan memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan strategi perlindungan radiasi yang lebih efektif. Dengan demikian, kesehatan dan keselamatan radiografer dapat terjaga, serta kualitas pelayanan radiologi dapat terus ditingkatkan.

  1. EVALUASI PENGARUH PAPARAN RADIASI TERHADAP EFEK SITOTOKSIK DAN GENOTOKSIK PADA Allium cepa SEBAGAI BIOINDIKATOR... doi.org/10.5614/jtl.2013.19.2.10EVALUASI PENGARUH PAPARAN RADIASI TERHADAP EFEK SITOTOKSIK DAN GENOTOKSIK PADA Allium cepa SEBAGAI BIOINDIKATOR doi 10 5614 jtl 2013 19 2 10
  2. PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT | Unnes Journal of Public... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/12690PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT Unnes Journal of Public journal unnes ac sju index php ujph article view 12690
  3. Pengaruh Durasi DM Tipe 2 Terhadap Angka Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit Pada Tikus Wistar Pasca Bilateral... doi.org/10.13057/smj.v5i1.42787Pengaruh Durasi DM Tipe 2 Terhadap Angka Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit Pada Tikus Wistar Pasca Bilateral doi 10 13057 smj v5i1 42787
Read online
File size372.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test