UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ide kosmologi masyarakat Manusa sebagai “penjaga Nunusaku dalam kaitannya dengan perspektif ekologis dan teologis dalam merespons pemanasan global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pemahaman dan praktik masyarakat Manusa yang menekankan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan. Konsep maraa nunue ai welu mencerminkan tanggung jawab leluhur untuk melestarikan ekosistem melalui praktik tradisional yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan ekologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku masyarakat Manusa berkontribusi pada pemeliharaan keseimbangan ekologis melalui penghormatan terhadap alam dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Perspektif ini sejalan dengan teologi organik dan konsep Imago Dei, di mana manusia memiliki mandat ilahi untuk memperlakukan, bukan mengeksploitasi, alam. Dengan demikian, pemahaman ekologis tentang manusia dapat memperkaya teologi ekologi dalam mendorong kesadaran etis untuk keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa para penjaga Nunusaku merupakan refleksi dari perspektif ekoteologi yang tidak hanya berfokus pada manusia (antropocentris) atau alam (ekocentris), melainkan berpusat pada Tuhan (teocentris).Kesadaran ini lahir dari tradisi lokal masyarakat Manusa, yang memahami bahwa melindungi alam merupakan mandat dari Yang Maha Kuasa (Upu Lanite atau Tuhan), sebagaimana dalam teologi Kristen.Prinsip yang mengubah ide tentang menjadi gereja tidak hanya mencakup manusia sebagai tubuh Kristus, tetapi juga seluruh keberadaan alam sebagai tubuh Kristus.Hal ini memungkinkan gereja untuk mengembangkan teologi yang berakar pada budaya lokal dan tindakan nyata untuk merawat alam sebagai bagian dari integritas ciptaan.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pentingnya kosmologi Manusa dalam menjaga keseimbangan ekologis, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai tradisional masyarakat Manusa dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan memastikan bahwa praktik-praktik tradisional yang ramah lingkungan tetap dilestarikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak perubahan iklim terhadap praktik-praktik spiritual dan budaya masyarakat Manusa. Dengan memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi cara pandang dan perilaku masyarakat, strategi adaptasi yang lebih efektif dapat dikembangkan. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di wilayah Nunusaku. Ekowisata yang dikelola secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal sekaligus melestarikan keindahan alam dan nilai-nilai budaya yang unik. Integrasi ketiga saran ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya di tengah tantangan perubahan iklim.

  1. The Guardians of Nunusaku: An Eco-Theological Study of the Manusa Cosmology | ARUMBAE: Jurnal Ilmiah... doi.org/10.37429/arumbae.v7i1.1570The Guardians of Nunusaku An Eco Theological Study of the Manusa Cosmology ARUMBAE Jurnal Ilmiah doi 10 37429 arumbae v7i1 1570
Read online
File size1.84 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test